Hj. Fadhilah Sadat Kukuhkan Bunda PAUD dan Literasi, Program JAMBUL Perluas Akses Pendidikan Anak

Lensaperistiwa.com – TANJAB BARAT
Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., resmi mengukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kecamatan Tebing Tinggi serta Kecamatan Senyerang dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Selasa (30/06).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat beserta jajaran, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah beserta staf, Camat Tebing Tinggi, Camat Senyerang, serta Bunda PAUD dan Bunda Literasi kecamatan se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Adapun yang dikukuhkan, yakni Rita Indriyani, S.Hut. sebagai Bunda PAUD sekaligus Ketua Bunda Literasi Kecamatan Senyerang Periode 2026–2030, serta Fitri Wahyuni Srianto sebagai Bunda PAUD Kecamatan Tebing Tinggi.
Dalam sambutannya, Hj. Fadhilah Sadat menyampaikan ucapan selamat kepada para Bunda PAUD dan Bunda Literasi yang baru dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui berbagai program yang selaras dengan kebijakan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Selamat kepada Bunda PAUD Kecamatan Senyerang dan Kecamatan Tebing Tinggi yang telah dikukuhkan. Selamat juga kepada Bunda PAUD Kecamatan Senyerang yang sekaligus dikukuhkan sebagai Bunda Literasi. Semoga amanah ini menjadi langkah awal dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggabungan prosesi pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi dilakukan sebagai bentuk efisiensi waktu dan anggaran tanpa mengurangi makna maupun kekhidmatan acara. Menurutnya, langkah tersebut juga mencerminkan semangat kolaborasi antarprogram dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Hj. Fadhilah menegaskan bahwa jabatan Bunda PAUD merupakan amanah yang melekat pada istri camat. Oleh karena itu, para Bunda PAUD diharapkan menjadi figur penggerak dalam pembinaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.
“Ketika suami dilantik menjadi camat, maka kita sebagai istri juga mengemban amanah sebagai Ketua TP PKK Kecamatan, Bunda PAUD, sekaligus Bunda Literasi. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sesuai tugas dan fungsi yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program antara Bunda PAUD Kabupaten dan Bunda PAUD Kecamatan dalam mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun serta implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Salah satu program unggulan yang menjadi fokus saat ini adalah JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul), sebuah inovasi yang bertujuan memastikan seluruh anak usia dini memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Melalui program tersebut, Bunda PAUD di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa didorong menjadi Bunda Asuh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap dapat mengenyam pendidikan PAUD.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan biaya. Di sinilah kepedulian kita diuji. Mari bersama-sama menjadi Bunda Asuh dan mengajak para kepala desa serta seluruh elemen masyarakat untuk membantu anak-anak yang membutuhkan agar dapat bersekolah,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi melalui kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain pendidikan, Hj. Fadhilah juga menekankan pentingnya memperkuat budaya literasi sejak usia dini. Menurutnya, tugas Bunda Literasi bukan hanya mengajarkan anak membaca, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap buku serta membangun budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca. Yang lebih penting adalah menumbuhkan minat baca sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti bermain sambil belajar. Anak-anak kita saat ini lebih akrab dengan telepon genggam dibandingkan buku. Karena itu, kita harus mengembalikan kebiasaan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga mengajak para Bunda Literasi untuk aktif memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pola pengasuhan yang sehat, termasuk mengatur penggunaan gawai pada anak secara bijaksana.
“Kita tidak menolak teknologi, tetapi penggunaannya harus bijak. Berikan ruang bagi anak untuk mengenal huruf, angka, membaca buku, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan. Mari bersama-sama menghidupkan budaya membaca di rumah, sekolah, perpustakaan, hingga ruang-ruang publik,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap perpustakaan terus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, pusat inklusi sosial, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat.
“Saya meyakini, dengan kolaborasi yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, dan komitmen bersama, literasi akan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi Tanjung Jabung Barat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat turut menyerahkan penghargaan kepada Bunda PAUD Kecamatan Tebing Tinggi periode sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusinya dalam memajukan layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kecamatan Tebing Tinggi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi inovasi Program JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul) sebagai strategi memperluas akses pendidikan anak usia dini bagi seluruh anak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.







