Dinas DPPKB Kab.Sukabumi Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi

Lensaperistiwa.com – Sukabumi
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro) di Fasilitas Kesehatan beserta Jaringan dan Jejaringnya Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026 ini diikuti oleh para bidan yang bertugas di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, termasuk praktik mandiri bidan, klinik, serta fasilitas kesehatan jaringan dan jejaring di Wilayah III dan IV Kabupaten Sukabumi.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi, dalam sambutannya menegaskan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Peran bidan sangat strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan kesertaan ber-KB aktif, serta mendukung percepatan penurunan stunting.
“Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi harus hadir secara merata hingga ke pelosok desa melalui tangan-tangan terampil para bidan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi bidan menjadi salah satu kunci keberhasilan program pembangunan keluarga dan kesehatan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas.
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi DPPKB Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan KB dan Kespro sesuai standar pelayanan, memperkuat kompetensi tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memastikan ketersediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan alat kontrasepsi.
Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yaitu:
1. dr. Ong Riyanto Wijaya, Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukabumi, yang menyampaikan materi mengenai faktor-faktor penyebab kegagalan alat dan obat kontrasepsi. Materi tersebut membahas berbagai metode kontrasepsi, tingkat efektivitasnya, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan kegagalan kontrasepsi di lapangan.
2. Hj. Ani Andriyani, S.Tr.Keb., MM, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukabumi, yang menyampaikan materi mengenai peran bidan dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Dalam paparannya dijelaskan pentingnya edukasi, konseling, pendampingan, serta peningkatan akses layanan KB yang berkualitas bagi masyarakat.
Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi dan berbagi pengalaman bagi para bidan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan di lapangan, termasuk penanganan unmet need, pencegahan putus pakai kontrasepsi (drop out), penguatan sistem rujukan, serta optimalisasi pelaporan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
Melalui kegiatan pembinaan ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap seluruh bidan dapat terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antara DPPKB, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Sukabumi.( Edy )







