Ledakan di Siriholo SBB Kapolres Pastikan Penanganan Serius

Lensaperistiwa – SBB
Kepolisian Resor Seram Bagian Barat (Polres SBB) menegaskan komitmennya menangani secara serius peristiwa ledakan yang terjadi di Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIT.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa sejak awal kejadian pihaknya telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur guna mengungkap pelaku serta motif di balik aksi tersebut.
“Setiap kejadian yang mengganggu rasa aman masyarakat, apalagi yang mengandung unsur teror, tidak pernah kami anggap sebagai kriminal biasa. Penanganan dilakukan secara serius, profesional, dan menyeluruh,” tegas Kapolres 07 Januari 2026
Ledakan terjadi tepat di depan rumah salah satu warga Desa Seriholo saat kondisi lingkungan sekitar dalam keadaan sepi.
Pemilik rumah bersama keluarga yang tengah beristirahat langsung menyelamatkan diri setelah mendengar suara ledakan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Namun demikian, ledakan mengakibatkan sejumlah kerusakan material, di antaranya papan penutup teras rumah hancur, bangunan kecil penutup kuburan rusak, atap seng rumah mengalami kebocoran akibat hempasan material, serta tanah di sekitar titik ledakan mengalami kerusakan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Identifikasi dan Unit Operasional Satuan Reserse Kriminal Polres Seram Bagian Barat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan pada Minggu siang.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, penyidik menduga ledakan berasal dari benda peledak yang dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK). Sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan, namun hingga saat ini identitas pelaku belum diketahui.
Meski demikian, Kapolres menyampaikan bahwa penyidik telah mengantongi beberapa petunjuk awal yang masih terus didalami untuk mengungkap pelaku serta motif kejadian tersebut.
Menanggapi perhatian publik dan pemberitaan media terkait peristiwa tersebut, Kapolres SBB menegaskan bahwa Polres Seram Bagian Barat menghargai aspirasi masyarakat dan memastikan kasus ini ditangani secara berjenjang dan profesional.
“Kami memahami kekhawatiran publik. Sejak awal kasus ini ditangani secara serius dengan metode ilmiah kepolisian dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa,” jelasnya.
Polres Seram Bagian Barat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau melihat hal-hal yang mencurigakan.
“Kami hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Perkembangan penanganan kasus ini akan kami sampaikan secara berkala sesuai mekanisme yang berlaku,” tutup Kapolres.(*)






