Tradisi Pukul Sapu Lidi Simbol Keberanian, Persaudaraan

Tradisi Pukul Sapu Lidi Simbol Keberanian, Persaudaraan

Lensaperistiwa, Maluku – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Reza Mony menekankan akan pentingnya melestarikan budaya adat pukul sapu lidi, yang digelar di negeri Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/03/2026).

Tradisi tersebut merupakan ritual yang telah diwariskan sejak turun – temurun dan memiliki akar sejarah kuat sejak mas Kolonial Hindia Belanda hingga perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan.

Kebiasaan ini berkaitan erat dengan kisah perjuangan masyarakat negeri Morella dan Mamala di masa lampau semangat persatuan dan keberanian senantiasa membara di denyut nadi menjadi kunci menghadapi kolonialisme para penjajah.

Pihaknya menyampaikan “Kami sebagai generasi muda terus komitmen dan berkontribusi guna menjaga tradisi pukul sapu serta berharap agar tradisi ini dapat dilestarikan, hingga turun temurun” ujar Mony saat dihubungi wartawan melalui aplikasi via WhatsApp Minggu, (29/03/2026).

Dalam pelaksanaannya, ritual tersebut biasanya digelar setiap tahun pada momen tertentu setelah Idul Fitri Para pria dari kedua negeri saling memukul menggunakan sapu lidi sebagai simbol keberanian, pertahanan dan solidaritas.

“Meski begitu, terlihat kegiatan penting tersebut dilakukan dengan penuh wibawa serta diiringi unsur adat dan doa, sehingga tidak menimbulkan dendam di antara para peserta,” sahutnya.

Lebih jauh Mony menjelaskan tradisi pukul sapu lidi juga menjadi simbol keragaman budaya di Maluku bahkan dunia sekaligus mengeratkan hubungan persaudaraan antara negeri Mamala dan Morella, yang telah terjalin sejak leluhur hingga kini.

Nilai – nilai perjuangan mencerminkan budaya leluhur merupakan simbol budaya perlu di lestrikan. Giat pukul sapu juga mengingatkan Kita akan jejak tokoh – tokoh besar masa lampau termasuk “Kapitan Tulukabessy” yang mana, dahulu memimpin perlawanan di wilayah Maluku secara menyeluruh.

Oleh karena itu, makna sejarah kepahlawanan Kapitan Tulukabessy dapat di jadikan sebagai simbol perjuangan dan perlawanan guna ditetapkan sebagai “Pahlawan Nasional.”

“Kami berharap makana arwa Kapitan Tulukabessy bisa ditetapkan sebagai salah satu warisan sejarah Pahlawan Nasional di Republik ini” ujar dia dengan nada santun.(*)

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *