Terungkap Identitas Korban Bunuh Diri di JMP

Lensaperistiwa.com – Maluku
Korban bunuh diri secara sadis dengan melompat dari atas Jambatan Merah Putih (JMP) Desa Galala RT 001/ RW 001 Kecamatan Sirimau Kota Ambon Rabu, (08/04/2026) akirnya diketahui identitasnya.
Kasi Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ibda Jhane Luhukay kepada wartawan Kamis, (09/04/226) membenarkan terkait peristiwa nahas tersebut terjadi pihaknya menyebut korban tegah melompat dari atas ketinggian Jembatan Merah Putih (JMP, bernama Anto Hainunu alalias Yanto dengan status pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), berdomisili di Galunggung Tanah Rata Kel/Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, kota Ambon namun ia merupakan warga asli Desa Piru, Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Saat peristiwa tersebut terjadi korban memakai baju singlet berwarna merah maron dan celana panjang cinos warna abu – abu.
Menurut keterangan saksi Ronald Syam Alias Ronald awalnya dirinya sementara duduk di gazebo bawah JMP sementara latihan paduan suara bersama rekan – rekanya tak lama kemudian dirinya melihat mobil berwarna putih melaju dengan kecepat tinggi masuk ke area depan Gazebo. Sembari mengira pengemudi mobil tersebut mencari lawan untuk berkelahi ia pun, menghubungi Babinkamtibmas Desa Galala guna memberitahukan terkait kerumunan tersebut.
Dari situlah ia bergegas menuju ke kerumunan, tepatnya di salah satu caffe dibawa JMP pengunjung caffe dengan spontan menyebut, “ada orang lompat dari atas JMP korban belum ditemukan kemudian, ia menginformasikan kepada Babinkamtibmas bahwasanya ada orang buang diri dari atas JMP,” saat itulah warga berbondong – bondong mencarinya disekitaran perairan laut bawa JMP.
Ia melihat korban di evakuasi oleh warga bersama Babinkamtibmas Desa Galala guna mendapatkan pertolongan. Warga pun berusaha menyelamatkan koran dengan melakukan pomba darah secara manual, hingga melakuan cara, tubuh terbalik kepala korban diletakan di bawa sedangkan kakinya di atas guna memastikan korban bisa diselamatkan, ketus dia.
Luhukay menyebut awalnya korban bersama keluarga baru saja dari “dokter praktek” guna melakukan pengobatan penyakit yang dideritanya; dalam perjalanan pulang korban berkeinginan untuk melihat pemandangan kota Ambon pada malam hari dari atas jembatan sehingga mobil yang di tumpanginya bersama keluarga berhenti di atas JMP tidak berselang lama korban nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas hingga tewas.
Sempat ia ditegur bahkan ‘menyudahi’ oleh keluarga namun tidak berhasil menyelamatkan korban iapun melakukan aksi tersebut, ujar Luhukay. (*)







