Rehap Terminal, Pelabuhan Pengelola: Penumpang Pelabuhan Menurun

Lensaperistiwa.com Ambon
Pengelola pelabuhan mengakui terjadinya penurunan tingkat kenyamanan, bagi calon penumpang akibat berkurangnya area parkir dan ruang tunggu di terminal penumpang.
Kondisi tersebut dipicu oleh pekerjaan renovasi besar-besaran, serta pembangunan terminal penumpang yang saat ini tengah berlangsung, Rabu (17/12/2025).
Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD Provinsi Maluku melakukan peninjauan langsung (on the spot) ke sejumlah pelabuhan di Kota Ambon, pada Selasa (16/12/2026) kemarin.
Dalam peninjauan tersebut, DPRD menemukan sejumlah kekurangan terkait kesiapan infrastruktur serta pelayanan transportasi laut menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Peninjauan dilakukan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Hunimua guna memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa pelabuhan.
Kepala Pelindo Wilayah Provinsi Maluku, Zahlan, saat ditemui wartawan usai pertemuan bersama Komisi III DPRD Maluku, menyampaikan bahwa renovasi terminal berdampak langsung terhadap sejumlah fasilitas utama di kawasan pelabuhan, seperti area parkir, ruang tunggu, dan toilet. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang turut menyebabkan kepadatan di terminal.
“Memang kita akui saat ini ada pengurangan area parkir dan ruangan karena adanya renovasi dan pembangunan terminal penumpang. Dampaknya tentu ada sedikit gangguan kenyamanan bagi calon penumpang,” ujar Zahlan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola telah menyiapkan tenda di area luar terminal untuk digunakan oleh penumpang yang belum dapat masuk ke ruang tunggu. Namun demikian, jumlah tenda tersebut masih terbatas dan akan ditambah sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain itu, pengelola juga menyiapkan toilet portable untuk menggantikan sejumlah toilet permanen yang tidak dapat digunakan akibat proses renovasi.
“Saat ini, toilet portable tersebut masih dalam tahap pemasangan. Sementara itu, penumpang diarahkan untuk menggunakan toilet di musala serta toilet di kantor workshop pelabuhan,” ujarnya.
Terkait operasional terminal, Zahlan menjelaskan bahwa ruang tunggu baru dibuka sekitar dua jam sebelum kapal sandar sesuai dengan prosedur pemeriksaan tiket. Kondisi ini menyebabkan sebagian penumpang, khususnya penumpang transit yang menunggu selama enam hingga delapan jam, harus beristirahat di area pelataran terminal.
“Memang tidak bisa diharapkan sama nyamannya seperti di rumah, apalagi saat ini kondisi terminal sedang dalam proses renovasi dan pembenahan,” jelasnya.
Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat untuk membatasi jumlah pengantar dan penjemput yang masuk ke area pelabuhan guna mengurangi kepadatan. Selain itu, pedagang kaki lima diminta tetap berjualan di lokasi yang telah ditentukan dan tidak menggunakan jalur akses penumpang.
“Kami harap area akses pergerakan penumpang tidak digunakan untuk berjualan agar mobilitas tetap lancar, terlebih saat ini sudah memasuki puncak arus penumpang,” tegas Zahlan.
Terkait proyek renovasi, pembangunan terminal penumpang merupakan proyek multiyears. Paket pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun depan dan akan dilanjutkan dengan tahap penyempurnaan, termasuk pembangunan darat dan fasilitas pendukung lainnya.
“Target kami adalah memanusiakan semua pengguna jasa pelabuhan dan memberikan pelayanan yang layak tanpa diskriminasi. Harapannya, ke depan kualitas pelayanan pelabuhan bisa setara dengan bandara,” tutup Zahlan.(*)






