Pemkab Bekasi Perkuat Pembinaan LPTQ, Targetkan Prestasi MTQ hingga Tingkat Nasional

Lensaperistiwa.com – CIKARANG UTARA
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memperkuat pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) melalui penyusunan program kerja yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi qari dan qariah Kabupaten Bekasi dalam berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), sekaligus memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kabupaten Bekasi Tahun 2026 di Java Palace Hotel, Jababeka, Cikarang Utara, Selasa (27/10/2026).
Endin menegaskan, Rakerda menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun langkah pembinaan yang lebih efektif. Menurutnya, setiap program perlu memiliki sasaran dan indikator keberhasilan yang jelas agar pelaksanaannya dapat dievaluasi serta dukungan anggaran pemerintah daerah dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan kita, dengan adanya Rakerda ini, penyusunan program kerjanya bisa lebih baik lagi ke depan. Setiap kegiatan juga bisa diukur, sehingga ketika kita memberikan dukungan anggaran, semuanya bisa lebih terarah,” ujar Endin.
Ia berharap, perencanaan yang matang dapat mendorong peningkatan kualitas pembinaan qari dan qariah, sehingga Kabupaten Bekasi mampu meraih prestasi lebih baik dalam kompetisi MTQ, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun nasional.
Menurut Endin, pencapaian prestasi membutuhkan proses pembinaan yang konsisten, persiapan peserta yang matang, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus LPTQ perlu terus diperkuat agar potensi peserta dapat dikembangkan secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui pemanfaatan fasilitas yang tersedia dan pengalokasian anggaran sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
“Dari pemerintah daerah, dukungannya tentu melalui fasilitas yang kita punya dan anggaran yang akan kita siapkan. Karena apa pun kegiatannya, kalau tidak didukung anggaran, akan sulit juga untuk menjalankannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Bekasi, Hudaya, mengatakan Rakerda menjadi forum penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan strategi pembinaan yang lebih terarah. Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kelembagaan, pengembangan potensi peserta, dan peningkatan kualitas pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Bekasi.
“Melalui Rakerda ini, kami berharap program kerja LPTQ ke depan semakin terarah, terutama dalam memperkuat pembinaan Qurani dan meningkatkan prestasi peserta MTQ Kabupaten Bekasi,” ujar Hudaya.
Ia menambahkan, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci dalam menyiapkan qari dan qariah yang mampu bersaing di berbagai cabang perlombaan MTQ. Pengembangan kemampuan tidak hanya berfokus pada seni membaca Al-Qur’an, tetapi juga perlu disesuaikan dengan potensi peserta pada cabang kompetisi lainnya.
“Ke depan, kami berharap pembinaan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengembangkan potensi qari dan qariah di berbagai cabang lomba. Dengan program yang terarah dan berkelanjutan, kami optimistis prestasi Kabupaten Bekasi dapat terus meningkat,” katanya.
Melalui Rakerda LPTQ Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap terbangun program pembinaan yang lebih terukur, didukung kolaborasi kelembagaan dan penganggaran yang tepat sasaran. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing peserta MTQ, tetapi juga melahirkan generasi Qurani yang berprestasi serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Adv)






