Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Kaibobo ke-40

Pembukaan Persidangan Jemaat GPM Kaibobo ke-40

Lensaperistiwa – Maluku

Jemaat GPM Kaibobo Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) secara resmi melakuan Persidangan Jemaat ke – 40
Kamis, (19/02/2026), bertempat di Gudang Gereja Nehemia, turut hadir dalam giat tersebut Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, S.Pd Ketua Klasis Seram Barat Pdt.H Talarima, M.Th. Beberapa Anggota DPRD SBB, Sekertaris Camat Seram Barat, Kepala Pemerintahan Negeri Kaibobo, Majelis Pekerja Klasis Seram Barat, unsur Jemaat maupun peserta sidang.

Acara dibuka diawali dengan ibadah di pimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Kaibobo Pdt. M Patipelohy, S.Si. dalam hotbah singkatnya menyampaikan bahwa terkadang manusia merasa dirinya lebih dari orang terkadang juga manusia merasa hebat dari orang lain, sehingga dasar iman merosot akibat keegoisan, tersebut terjadi. Pertanda bahwa kesombongan diri melebihi kapasitas pergaulan yang tidak Tuhan mau dalam diri “Katong” harus hadirkan Tuhan agar tidak menjerumus masuk kedalam dosa, kemudian ia mengingatkan akan kesetiaan pelayanan serta mengutamakan nilai kebersamaan demi kemajuan pelayanan.

Selain itu, Sambutan Wakil Bupati Selfinus Kainama, S.Pd menyampaikan bahwa memasuki persidangan ke – 40 adalah momentum menikatkan kedewasaan dalam organisasi di lingkup jemaat guna merujuk pada keteladanan membangun persekutuan yang kokoh dan berkesinambungan.

Ia menyebut, Pemerintah Daerah (Pemnda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengapresiasi langkah kongkrit yang di lakuan pihak Gereja untuk mengusung berbagai kegiatan demi pelayanan; bukan hanya pembinaan spritualitas umat akan tetapi membentuk karakter di tengah – tengah masyarakat serta menjaga hubungan persaudaraan dan nilai toleransi di tengah – tengah dunia.

“Konteks pembangunan daereh Gereja adalah mitra strategis dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis relijius.”

Persidangan ini, merupakan momentum untuk memperkuat pelayanan Gereja yang di lakuan. Bukan hanya internal Gereja saja akan tetapi; memproritaskan tentang sosial kemasyarakatan, Gereja di harapkan mampu menjadi skanario dan terang bagi seluruh jemaat lewat ketaatan yang di terapkan dalam membawa damai bagi semua orang.

Pihaknya mengajak peserta sidang agar mengikuti persidangan dengan semangat musyawarah dan menjunjung tinggi akan nilai kasih dan persatuan.

Diakir sambutanya ia menyampaikan harapan agar? Rangkai persidangan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan – keputusan yang bijak guna memajukan pelayanan gereja yang bermutu.” Agar Tuhan memberkati persidangan ini”(*)

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *