Mulli Mekhanai Pekon Telaganing Gelar Halal Bihalal, Lestarikan Budaya Adat Lampung

Mulli Mekhanai Pekon Telaganing Gelar Halal Bihalal, Lestarikan Budaya Adat Lampung

Lensaperistiwa, Tanggamus – Pekon Telaganing, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pelestarian seni dan budaya adat Lampung, pada Senin (23/03/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Mulli Mekhanai (bujang gadis) Pekon Telaganing sebagai bentuk upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan acara, di antaranya cakak buah (panjat pinang), pencak silat, serta tari Bedana. Acara juga dimeriahkan dengan hiburan orgen tunggal yang turut menambah antusiasme masyarakat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Pekon Telaganing, Zulkarnain, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Hadir pula Pangeran Telaganing, Rapek Udin Gelar Ratu Marga, yang turut mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Kepala Pekon Telaganing, Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Mulli Mekhanai yang telah berupaya melestarikan budaya adat Lampung.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Budaya adat yang diwariskan oleh nenek moyang harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang. Kegiatan seperti cakak buah yang hanya dilakukan setahun sekali harus tetap dipertahankan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Mulli Mekhanai yang telah berkontribusi baik tenaga maupun materi demi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur kita,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mengaku bangga atas inisiatif generasi muda dalam melestarikan budaya daerah.

Perwakilan Mulli Mekhanai Pekon Telaganing juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Pekon, Pangeran, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Tanpa bantuan dari Kepala Pekon, Pangeran, dan masyarakat, kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan budaya seperti tari, panjat pinang, dan hiburan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, acara berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Area kegiatan dipadati penonton dan kendaraan, namun tetap berjalan tertib berkat kerja panitia.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan dari awal hingga akhir acara.

“Alhamdulillah, acara berjalan sukses dan sangat memuaskan,” tutupnya. (Amrizal)

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *