KPU Pangandaran Gelar FGD Bahas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Lensaperistiwa – Pangandaran
Focus Group Discussion (FGD) di gelar komisi Pemilihan Umum ( KPU ) kabupaten Pangandaran pada Senin, 11 November 2025, di Aula Kantor KPU Pangandaran. Kegiatan tersebut membahas tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (P D P B) dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Bawaslu, dan perwakilan partai politik.
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun saat ini tidak ada tahapan pemilu maupun pilkada, KPU tetap memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tiga tugas utama secara berkelanjutan.
“Yang pertama adalah pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, yang kedua pemutakhiran data partai politik berkelanjutan mencakup persyaratan, kepengurusan, hingga keanggotaan partai, dan yang ketiga pendidikan politik bagi pemilih pemula,” ujar nya .
Muhtadin menjelaskan , bahwa pemutakhiran data dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 1 Tahun 2025, dengan tujuan memastikan data pemilih selalu akurat dan siap digunakan dalam setiap penyelenggaraan pemilu, baik pilkada, pileg, maupun pilkades.
“Sebagai contoh, warga yang pensiun dari TNI akan kembali masuk dalam daftar pemilih, sementara mereka yang masuk menjadi anggota TNI akan otomatis dihapus dari daftar pemilih tetap. Proses ini terus kami lakukan agar data selalu valid dan mutakhir,” jelas Muhtadin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran, Wawan Kustaman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya sinergi antara Disdukcapil dan KPU dalam memperbarui data kependudukan dan pemilih.
“Data kependudukan yang dikelola Disdukcapil menjadi basis utama dalam penyusunan daftar pemilih oleh KPU. Oleh karena itu, pembaruan data kependudukan seperti perubahan domisili, status pekerjaan, hingga data kematian harus terus dikomunikasikan secara rutin,” ujar Wawan.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi ini tidak hanya penting untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang transparan, tetapi juga untuk meningkatkan akurasi data kependudukan daerah. “Dengan sinkronisasi data yang baik, kita bisa memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih maupun tercatat ganda dalam daftar pemilih,” tambahnya.
Muhtadin menutup FGD dengan mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kerja sama lintas instansi. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkesinambungan agar data pemilih di Pangandaran selalu valid, akurat, dan terpercaya,” pungkasnya. ( RK ).






