BBM Langkah, Watubun: Himbau masyarakat Menghemat

Lensaperistiwa, Ambon – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax maupun Solar mulai di rasakan warga Kota Ambon sejak Minggu, (29/03/2026) hingga Senin 30 Maret 2026 terlihat di beberapa SPBU di Kota Ambon seperti SPBU Jalan Soa Bali, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, SPBU Belakang Kota Ambon Jl. Tulukabessy, Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon, SPBU Kebun Cengkeh Kecamatan Sirimau Kota Ambon terlihat anterian kenderan roda dua maupun roda empat terparkir menunggu giliran pengisian.
Bukan hanya itu, terlihat juga warga Kota Ambon antrean pada loksi pengisian BBM pada loksi Pertamini maupun; penjualan BBM enceran yang biasanya tersedia di sepanjang jalan kini hampir tidak ditemukan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Maluku, Benhur G Watubun, menilai situasi ini tidak terlepas dari dampak konflik global yang tengah terjadi, di wilayah Timur Tengah khususnya Iran, Israel dan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi rosotnya pasokan minyak dunia.
“Kalau perang ini bergejolak berkelanjutan, bisa saja mempengaruhi pasar global jauh lebih besar. Kita punya korelasi dengan kondisi yang tidak baik baik saja sehingga harus kita mulai berhemat,” ujar Watubun kepada sejumlah wartawan di rumah rakyat, karang panjang, Ambon, Senin (30/03/2026).
Menurutnya, kawasan konflik tersebut merupakan salah satu sentral ekonomi dunia pemasok minyak terbesar sehingga gejolak yang terjadi akan berdampak pada distribusi dan ketersediaan BBM, termasuk daerah di Maluku.
Ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola konsumsi energi secara bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan BBM.
“Tanamlah apa yang bisa kita makan dan minum. Kita harus mengefisienkan diri dalam penggunaan bahan bakar minyak,” sahut dia
Ketua DPD PDIP Maluku ini, menyinggung langkah pemerintah dalam mendorong efisiensi, termasuk kebijakan pembelajaran atau kerja dari rumah (WFH) sebagai salah satu upaya mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.
Ia menegaskan bahwa gerakan penghematan harus dimulai dari pemerintah dan DPRD sebagai contoh bagi seluru masyarakat.
“jika perang antar tiga negara tidak redah maka kepastian menghemat itu perlu, dimulai dari pemerintah pusat, (pempus) dengan penerapan hemat BBM kemudian DPRD sebagai representasi untuk masyarakat secara menyeluruh dengan begitu kita bisa menjadi teladan yang baik, ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta bersama – sama menjaga stabilitas dengan cara menghemat dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak, ujar Politisi Senior Partai PDIP itu.(*)






