Wakil Bupati Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Aparatur

Wakil Bupati Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Aparatur

Lensaperistiwa.com – TANJAB BARAT

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., membuka kegiatan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026, Kamis (27/08).

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, selawat Busyro, pembacaan doa, serta penyampaian laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Sekretaris Inspektorat.

 

Memasuki agenda utama, Wakil Bupati menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa integritas bukan sekadar nilai yang harus dipahami, tetapi harus menjadi prinsip yang wajib diterapkan setiap aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan.

 

Wabup mengingatkan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab besar sekaligus menghadapi risiko terhadap praktik korupsi dan gratifikasi. Karena itu, setiap aparatur dituntut memahami secara jelas batasan gratifikasi, mengenali potensi pelanggaran, serta berani menolak dan melaporkan setiap pemberian yang dapat memengaruhi independensi dalam menjalankan tugas.

 

“Sebagai pejabat publik, kita sangat rentan terhadap korupsi dan gratifikasi. Karena itu, jangan sampai ada aparatur yang tidak memahami batasan dan ketentuan mengenai gratifikasi. Kita harus tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, serta jangan pernah mengambil sesuatu yang dapat menimbulkan konflik kepentingan,” tegas Wabup.

 

Menurutnya, pengendalian gratifikasi tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata seluruh aparatur. Setiap pejabat dan pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas serta memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Setelah kegiatan ini, saya minta apa yang disampaikan narasumber benar-benar dipahami dan diterapkan. Jangan hanya mengetahui aturannya, tetapi harus dilaksanakan. Integritas harus dimulai dari diri sendiri dan menjadi budaya dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui pengendalian gratifikasi, peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

 

“Kita ingin seluruh aparatur memiliki komitmen yang sama. Tidak ada ruang bagi praktik korupsi dan gratifikasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. Kita harus bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Wabup juga menekankan bahwa peningkatan integritas aparatur harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kinerja pemerintah daerah, termasuk dalam mendukung peningkatan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

 

Usai sambutan dan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, kemudian penyampaian materi oleh para narasumber yang berasal dari unsur Polres Tanjung Jabung Barat, Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat, serta unsur internal Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. Encep Jarkasih, CGCAE.

 

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek pengendalian gratifikasi dan pencegahan korupsi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta yang dipandu oleh moderator.

 

Melalui sesi diskusi, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman sekaligus membahas berbagai situasi yang berpotensi dihadapi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, termasuk langkah yang harus dilakukan apabila menerima pemberian yang berpotensi berkaitan dengan gratifikasi.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Pengendalian gratifikasi diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan komitmen bersama dalam mencegah korupsi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

 

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hermansyah, S.STP., M.H., Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Firdaus Khatab, S.E., Asisten Administrasi Umum Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., para Inspektur Pembantu Wilayah (Irbanwil), para kepala perangkat daerah dan pejabat administrator, para pejabat fungsional dan auditor, para camat, serta undangan lainnya.

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *