Industri Sepeda Motor Global Stabil, Indonesia Pasar Terbesar Ketiga Dunia

Industri Sepeda Motor Global Stabil, Indonesia Pasar Terbesar Ketiga Dunia

Lensaperistiwa – Jakarta, Industri sepeda motor global menunjukkan daya tahan impresif di tengah dinamika ekonomi dunia. Pasar roda dua tetap stabil di kisaran 50–60 juta unit per tahun.

Dari angka tersebut, Indonesia menempati posisi strategis sebagai pasar terbesar ketiga dunia, dengan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total penjualan global. Berdasarkan data tahun lalu, pasar sepeda motor nasional mencapai 6,4 juta unit, tumbuh sekitar 1 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 6,3 juta unit.

Indonesia berada di bawah India dan China, sekaligus menjadi tulang punggung industri roda dua di kawasan Asia Tenggara.

Motor Jadi Instrumen Ekonomi Nasional

Besarnya pasar domestik tak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat. Sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama, baik untuk kebutuhan komuter di perkotaan maupun penunjang aktivitas ekonomi di daerah.

Lebih dari sekadar alat transportasi, roda dua juga menjadi instrumen ekonomi. Dari pelaku UMKM, ojek online, hingga distribusi barang skala kecil, motor berperan besar menjaga perputaran ekonomi nasional.

Peran Strategis PT Astra Honda Motor (AHM)

Di tengah potensi besar tersebut, PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi salah satu pemain kunci. Secara global, posisi AHM kerap bersaing di peringkat pertama atau kedua dalam hal produksi sepeda motor Honda.

Sepanjang tahun lalu, produksi domestik AHM tercatat sekitar 4,98 juta unit, naik 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren positif pasar nasional.

Tahun 2026 menjadi momen spesial karena Honda telah hadir selama 55 tahun di Indonesia. Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM, Thomas Wijaya, menyampaikan harapannya agar kontribusi mobilitas Honda terus meningkat.

“Dan mudah-mudahan tahun ini kita diberkahi bisa memberikan mobilitas buat konsumen di Indonesia mencapai 100 juta unit motor selama 55 tahun,” ujar Thomas di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Target 100 juta unit bukan sekadar angka, melainkan simbol kontribusi lintas generasi terhadap mobilitas masyarakat Indonesia.

Investasi Puluhan Triliun & Ekosistem Raksasa

Dalam 15 tahun terakhir, AHM menggelontorkan investasi puluhan triliun rupiah untuk pengembangan produk dan fasilitas produksi di dalam negeri.

AHM didukung lebih dari 220 perusahaan tier 1. Jika ditarik hingga tier 2 dan tier 3, jumlahnya mencapai sekitar 1.000 perusahaan. Jaringan ini belum termasuk main dealer, dealer, lembaga pembiayaan, perusahaan transportasi, hingga asuransi.

Secara keseluruhan, sekitar 600–700 ribu orang terlibat dalam ekosistem industri ini. Khusus internal AHM, jumlah karyawan mencapai sekitar 25 ribu orang. Jika dihitung bersama keluarga, industri roda dua yang terkait dengan AHM menopang kehidupan hampir 2,5–3 juta orang.

Ekspor Tembus Jutaan Unit

Tak hanya kuat di pasar domestik, AHM juga agresif menembus pasar global. Tahun lalu, ekspor tercatat sebanyak 223 ribu unit CBU (Completely Built Up) dan hampir 1 juta unit CKD (Completely Knocked Down).

Dalam kurun 5–8 tahun terakhir, total ekspor telah menembus sekitar 2,5 juta unit, menegaskan bahwa produk sepeda motor buatan Indonesia semakin kompetitif dan diakui di pasar internasional.

Dari sisi kandungan lokal, tingkat TKDN rata-rata berada di kisaran 45–55 persen, memperkuat kontribusi terhadap manufaktur nasional dan rantai pasok domestik.

Awal Tahun 2026 Positif

Memasuki Januari 2026, pasar sepeda motor nasional mencatat penjualan sekitar 577 ribu unit, tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini diharapkan menjadi sinyal positif bahwa perekonomian nasional mulai stabil, bahkan berpotensi membaik,” kata Thomas.

Jika tren ini berlanjut, kontribusi industri roda dua terhadap perekonomian nasional diproyeksikan semakin besar—mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan ekspor, hingga peningkatan mobilitas masyarakat.

Dengan fondasi pasar yang kuat, ekosistem industri yang masif, serta pengalaman lebih dari lima dekade, industri sepeda motor nasional diyakini akan tetap menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi Indonesia ke depan.

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *