Blak-blakan! Jeje Wiradinata Evaluasi Pembangunan Pangandaran, Sentil Utang hingga Kepekaan Pemimpin

Lensaperistiwa.com – Pangandaran
Mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, membeberkan evaluasi komprehensif terkait arah pembangunan Kabupaten Pangandaran saat ini. Dalam sebuah forum yang dihadiri oleh anggota DPRD dan tokoh masyarakat, Jeje mengajak semua pihak untuk mengukur pencapaian pemerintah daerah tidak hanya menggunakan perasaan, melainkan dengan tolak ukur yang terstruktur.
Jeje, yang juga sebagai salah satu konseptor pemenangan bupati saat ini, merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan arah kebijakan agar tetap berada pada jalurnya.
Gunakan “Pisau Analisis” RPJMD
Menurut Jeje, keberhasilan atau kegagalan pembangunan saat ini harus diukur menggunakan “pisau analisis” yang jelas, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMD lima tahunan ini adalah payung hukum yang memuat visi, misi, dan janji politik kepala daerah.
“Apakah pembangunan ini sudah on the track pada relnya atau belum? Apakah pembangunannya ada bias atau tidak pas? Maka kita harus punya alat ukurnya,” ujar Jeje.
Ia mengingatkan bahwa ada 14 janji politik bupati saat kampanye yang kini masuk ke dalam dokumen RPJMD dan harus dievaluasi realisasinya. Visi utama pembangunan tersebut berfokus pada perwujudan wisata Pangandaran mendunia, yang dititikberatkan pada pendidikan agama dan karakter.
Warisan Pembangunan Era Jeje Wiradinata
Sebagai bahan perbandingan untuk melanjutkan estafet pembangunan, Jeje memaparkan sejumlah pencapaian masif di masa jabatannya. Ketika ia awal menjabat, ia langsung tancap gas membangun infrastruktur krusial.
– Pembangunan Jalan: Era Jeje sukses merampungkan 544,18 kilometer jalan kabupaten. Selain itu, ia juga mengeksekusi jalan lintas pantai sepanjang 101 kilometer untuk mengurai kemacetan wisata.
– Infrastruktur Kesehatan: Jeje berhasil membangun rumah sakit daerah meskipun di awal masa jabatan pemda tidak memiliki anggaran yang cukup. Ia secara aktif melobi dana dari Gubernur hingga Presiden Jokowi yang berujung pada kucuran dana miliaran rupiah.
– Pembangunan Jembatan: Terdapat tujuh jembatan yang berhasil dibangun pada masanya.
Jeje menekankan bahwa sebagian besar infrastruktur dasar kini sudah selesai. Jika pemerintahan saat ini tidak terbebani utang, dengan uang Rp52 Miliar yang ada, pemda bisa membangun tambahan jalan desa sepanjang 20 kilometer setiap tahunnya.
Sentilan Keras: Utang Desa dan Kepekaan Pemimpin
Di balik evaluasi strukturalnya, Jeje juga memberikan sentilan keras terhadap gaya kepemimpinan dan sensitivitas pemerintah daerah saat ini. Ia menyoroti skala prioritas anggaran yang dinilai kurang berpihak pada masalah mendesak di masyarakat.
Jeje mengingatkan agar bupati memiliki kepekaan yang tinggi. Ia mencontohkan sikap yang menurutnya kurang etis, seperti jajaran pemda yang asyik berjoget dan berpesta, sementara di sisi lain masyarakat sedang dilanda penderitaan akibat musim kemarau panjang.
Lebih lanjut, Jeje menyoroti masalah tunggakan utang pemerintah daerah kepada desa, di tengah kondisi di mana pemda masih bisa mengalokasikan dana untuk keperluan yang dianggap kurang mendesak.
“Saya ini kan ketua partainya, konseptor pemenangannya. Masa wajar mengingatkan, ‘Hei Bu, lagi kemarau, jangan joget-joget. Jangan ada air mata, rakyat lagi kekeringan’,” ucap Jeje menirukan tegurannya.
Sebagai penutup, Jeje menegaskan bahwa evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan sebagai bentuk pengingat agar pembangunan Pangandaran ke depan semakin bagus, terkontrol, dan transparan demi kepentingan seluruh masyarakat.(RK).






