RSUD CAM Perkuat Kompetensi Bidan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi

RSUD CAM Perkuat Kompetensi Bidan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi

Lensaperistiwa.com – Kota Bekasi

RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (RSUD CAM) Kota Bekasi bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Primer Angkatan I.

 

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, Senin–Jumat (10–14 Agustus 2026), tersebut digelar di Aula Lantai 8 Gedung A RSUD CAM Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan bidan di tingkat pelayanan primer dalam mendeteksi dan menangani kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi.

 

Sebanyak 18 bidan dari berbagai puskesmas di wilayah Kota Bekasi mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber lintas profesi, mulai dari dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dosen, hingga bidan yang memiliki kompetensi di bidang kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

 

Direktur RSUD CAM Kota Bekasi, Dr. dr. Ellya Iken Prastiwi, MKM., MARS, meninjau langsung pelaksanaan pelatihan. Ia mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan melalui Instalasi Diklat RSUD CAM sebagai lembaga penyelenggara pelatihan bidang kesehatan yang telah mendapatkan penetapan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan akreditasi A.

 

Menurutnya, status tersebut menjadi bagian penting dari komitmen RSUD CAM dalam menghadirkan pelatihan kesehatan yang bermutu, terstandar, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.

 

«“Penetapan ini menjadi salah satu bentuk komitmen RSUD CAM dalam mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan pelatihan yang bermutu dan terstandar,” terang Ellya.»

 

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

 

Melalui pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

 

Beberapa kompetensi yang menjadi fokus pembelajaran meliputi prinsip umum pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, deteksi dini kondisi kegawatdaruratan, tata laksana kegawatdaruratan, hingga konseling dan manajemen komplain dalam pelayanan.

 

Bagi pelayanan kesehatan tingkat primer, kemampuan tersebut memiliki posisi strategis. Bidan menjadi salah satu tenaga kesehatan yang berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi. Kecepatan mengenali tanda bahaya, mengambil keputusan awal, melakukan penanganan sesuai kewenangan, serta menentukan rujukan secara tepat dapat menjadi faktor penting dalam keselamatan pasien.

Karena itu, penguatan kompetensi bidan di Fasyankes primer tidak hanya berdampak terhadap kemampuan individu tenaga kesehatan, tetapi juga turut memperkuat mata rantai sistem pelayanan maternal dan neonatal di Kota Bekasi.

 

RSUD CAM melalui Instalasi Diklat terus mengambil peran sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia kesehatan, dengan menghadirkan program pelatihan yang disusun secara terarah dan melibatkan tenaga profesional dari berbagai bidang.

 

Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi RSUD CAM bukan hanya sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga sebagai institusi yang berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Kota Bekasi.

 

Komitmen peningkatan kompetensi tersebut juga berlanjut. Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal bagi Bidan di Fasyankes Primer Angkatan II dijadwalkan kembali berlangsung pada 1–5 September 2026.

 

Keberlanjutan program ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas tenaga kesehatan bukan agenda sesaat, melainkan bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan yang semakin siap menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

 

Melalui sinergi RSUD CAM dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, peningkatan kompetensi bidan diharapkan mampu memperkuat pelayanan dari tingkat primer hingga rujukan. Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang lebih responsif, aman, berkualitas, dan berkesinambungan.(Advertorial)

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *