Rumah Darpin Tak Layak Huni, Polres Musi Rawas Hadir Bawa Harapan Lewat Bedah Rumah

MUSI RAWAS lensaperistiwa.com– Harapan baru kini mengetuk pintu rumah *Darpin bin Sukarta (53)*, warga Dusun 6, Desa Prabumulih 1, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu akhirnya mendapat perhatian setelah kondisi rumah yang ditempatinya dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan bantuan.
Melalui program bedah rumah yang digagas jajaran *Polres Musi Rawas*, rumah Darpin kini mulai dibangun kembali agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman dan layak bagi keluarganya.
Selasa (11/8/2026), sebuah langkah sederhana namun penuh makna dilakukan. Batu pertama pembangunan rumah Darpin diletakkan sebagai tanda dimulainya program bedah rumah yang berasal dari kepedulian seluruh personel Polres Musi Rawas.
Bukan sekadar membangun dinding dan atap, program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendukung *Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto*.
Program Keenam di Tahun 2026
Kapolres Musi Rawas *AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H.*, menjelaskan bahwa bedah rumah bagi Darpin bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri.
Program tersebut merupakan *bedah rumah yang keenam yang dilaksanakan Polres Musi Rawas sepanjang tahun 2026*.
Yang menarik, sumber dana program tersebut berasal dari kepedulian internal jajaran Polres Musi Rawas. Setiap bulan, seluruh personel Polres Musi Rawas secara sukarela menyisihkan dan mengumpulkan donasi yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“*Program bedah rumah ini merupakan yang keenam di tahun 2026. Dana yang digunakan berasal dari donasi seluruh personel Polres Musi Rawas yang dikumpulkan setiap bulan. Ini merupakan bentuk kepedulian personel kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang kondisi rumahnya memang membutuhkan bantuan*,” ujar AKBP Agung Adhitya Prananta.
Menurutnya, semangat gotong royong tersebut diharapkan terus tumbuh di lingkungan Polres Musi Rawas.
“*Kami ingin apa yang dikumpulkan oleh personel setiap bulan benar-benar bisa kembali dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga penerima dan rumah yang dibangun nantinya bisa menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman dan nyaman*,” tambahnya.
Kapolres menegaskan, kepedulian tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dari Data Menjadi Aksi Nyata
Program bedah rumah tersebut tidak datang secara tiba-tiba.
Kondisi Darpin dan rumah yang ditempatinya terlebih dahulu melalui proses pendataan dan pengusulan dari tingkat **Polsek Muara Lakitan hingga Polres Musi Rawas*.
Setelah dilakukan penilaian dan dinyatakan memenuhi kriteria, rumah tersebut akhirnya mendapat giliran untuk dibedah.
Momen peletakan batu pertama berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah unsur pemerintahan, TNI-Polri, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan warga sekitar turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan.
Mewakili Kapolsek Muara Lakitan *AKP Hendrawan, S.H., M.H.*, Kanit Reskrim *Ipda Erwin Friansyah, S.H.*, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Polres Musi Rawas kepada masyarakat.
“*Program bedah rumah ini merupakan salah satu program unggulan Polres Musi Rawas dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sekaligus membantu masyarakat kurang mampu yang rumahnya layak dibedah*,” ujarnya.
Warga: Semoga Tak Berhenti di Satu Rumah
Kepala Desa Prabumulih 1, *Andi Hartawan*, menyampaikan rasa terima kasih kepada Polres Musi Rawas karena telah memberikan perhatian kepada warganya.
“*Terima kasih kepada Polres Musi Rawas atas bedah rumah warga kami ini. Selamat kepada Pak Darpin yang mendapatkan bedah rumah ini. Semoga bermanfaat dan ke depannya bisa dirawat dengan baik*,” katanya.
Ia pun berharap program tersebut dapat kembali hadir di Desa Prabumulih 1.
“*Semoga ke depannya ada lagi bedah rumah di desa kami*,” harapnya.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Camat Muara Lakitan, *Martopan, S.E., M.M.*
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat.
“*Terima kasih kepada Polres Musi Rawas melalui Polsek Muara Lakitan atas bantuan bedah rumah terhadap warga Desa Prabumulih 1. Ini merupakan bentuk kepedulian Polres Musi Rawas*,” ujarnya.
Asta Cita Tak Hanya di Atas Kertas
Program bedah rumah ini menjadi gambaran bahwa semangat *Asta Cita Presiden Prabowo Subianto* dapat diterjemahkan dalam bentuk kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Terkadang, pembangunan justru bermula dari sebuah rumah sederhana yang dibuat lebih layak untuk dihuni.
Bagi Darpin, peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar seremoni.
Itu adalah awal dari perubahan tempat tinggalnya menjadi rumah yang lebih aman, nyaman dan layak bagi keluarga.
Di tengah kehidupan masyarakat pedesaan, rumah bukan hanya tempat berteduh. Rumah adalah tempat keluarga membangun harapan, tempat anak-anak tumbuh, dan tempat kehidupan berlangsung setiap hari.
Karena itu, bantuan bedah rumah yang dilakukan Polres Musi Rawas memiliki makna lebih luas: *mengubah kondisi rumah sekaligus menghadirkan harapan baru bagi pemiliknya.*
Terlebih, program tersebut lahir dari kepedulian seluruh personel Polres Musi Rawas yang secara rutin menyisihkan donasi setiap bulan. Sedikit demi sedikit, kepedulian itu kemudian dikumpulkan dan diwujudkan menjadi sesuatu yang nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.
Polres Musi Rawas pun kembali menunjukkan bahwa wajah pelayanan Polri bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan rasa aman.
*Ketika sebuah rumah dibangun kembali, di sana ada harapan yang ikut dibangun. Ketika satu keluarga dibantu, di sana ada pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian.*
Dan dari Dusun 6, Desa Prabumulih 1, pesan itu kini terdengar jelas:
*Polri hadir, peduli dan ikut membangun negeri dari desa.*(Tukrimadoni)







