Pemkab Tanjab Barat Terima Audiensi DEKRAFMI, Bahas Pengembangan Mangrove dan Pengelolaan Sampah Berbasis Investasi

Lensaperistiwa.com – TANJAB BARAT
Mewakili Bupati Tanjung Jabung Barat, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Yan Ery, S.Pt., M.Si., menerima audiensi Dewan Ekonomi Kreatif Milenial Indonesia (DEKRAFMI) DPD Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jumat (22/05).
Audiensi tersebut membahas peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui program pengelolaan sampah dan pengembangan kawasan mangrove dengan metode diaspora.
Dalam pertemuan itu juga dibahas potensi kerja sama dengan investor asing, yakni pengelolaan sampah bersama investor asal Jerman serta pengembangan kawasan mangrove yang melibatkan pihak dari Hongkong.
DEKRAFMI sebagai organisasi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan investor guna mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yan Ery, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pembahasan yang dilakukan dapat menjadi langkah awal kerja sama strategis bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Kami menyambut positif berbagai gagasan dan peluang kerja sama yang ditawarkan. Harapannya, program ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor lingkungan dan ekonomi kreatif daerah,” ujar Yan Ery.
Senada dengan hal tersebut, sejumlah kepala OPD yang hadir juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pengembangan program berbasis lingkungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berkelanjutan di daerah.
Sementara itu, Ketua DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Jondriadi Johan, berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat memberikan dukungan dan persetujuan agar usulan program tersebut segera diajukan ke pemerintah pusat.
Menurutnya, program yang dirancang tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan mangrove, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung serta sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan bahwa pengembangan kawasan mangrove telah masuk dalam RPJMD Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sedangkan perwakilan Bapperida menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga telah membentuk KKMD sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, serta diharapkan menjadi awal sinergi antara pemerintah daerah, DEKRAFMI, dan investor dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Turut hadir dalam audiensi tersebut pengurus DPP DEKRAFMI, deputi dan Wasekjen DPD DEKRAFMI Provinsi Jambi, Kepala Dinas Parpora, Kepala Dinas Koperindag, Kabag SDA Setda, Kabid Pariwisata, Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan, Sekretaris Dinas PUPR, perwakilan Diskoperindag, perwakilan DLH, serta perwakilan Bapperida Kabupaten Tanjung Jabung Barat.







