Menperin: Industri Nasional Mampu Produksi Mobil Pikap hingga 1 Juta Unit per Tahun

Menperin: Industri Nasional Mampu Produksi Mobil Pikap hingga 1 Juta Unit per Tahun

Lensaperistiwa – Jakarta

Mentri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan memproduksi kendaraan pikap dengan kapasitas mencapai 1 juta unit per tahun. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global.

Agus menjelaskan, produsen mobil pikap di dalam negeri antara lain PT Astra Daihatsu MotorPT Isuzu Astra Motor IndonesiaPT Mitsubishi Motors Krama Yudha IndonesiaPT Suzuki Indomobil MotorPT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.

Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pikap nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global, ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Agus menilai penguatan produksi kendaraan pikap dalam negeri memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Ia mencontohkan, apabila pengadaan kendaraan pikap berpenggerak dua roda (4×2) sebanyak 70.000 unit dipenuhi oleh produk dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif ekonomi berupa keterkaitan ke belakang (backward linkage) sekitar Rp 27 triliun.

Menurutnya, apabila kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui produksi dalam negeri, nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh Indonesia. Sejumlah subsektor yang berkaitan langsung dengan produksi kendaraan pikap antara lain industri ban, kaca, baterai basah (accu), logam, kulit, plastik, kabel, hingga elektronik.

Agus menegaskan, apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja justru akan dinikmati oleh industri luar negeri. Namun, jika kebutuhan tersebut dipenuhi industri dalam negeri, manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan industri nasional akan dirasakan di dalam negeri.

Ia juga menyampaikan bahwa standar dan kualitas kendaraan pikap 4×2 produksi dalam negeri sangat kompetitif dibandingkan produk impor. Selain itu, produk lokal dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur jalan yang beragam.

Kendaraan niaga produksi dalam negeri, lanjut Agus, telah diterima dengan baik oleh masyarakat dan pelaku usaha karena performanya yang andal serta mampu melayani kebutuhan distribusi dan mobilitas barang.

Meski demikian, Agus mengakui Indonesia belum memproduksi kendaraan pikap dengan spesifikasi penggerak empat roda (4×4) yang dirancang khusus untuk medan sangat berat, seperti di sektor pertambangan dan perkebunan. Dari sisi efisiensi ekonomi, biaya perawatan kendaraan pikap 4×4 relatif lebih mahal, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual lebih terbatas, serta harga jual kembali yang lebih rendah dibandingkan pikap 4×2 yang telah diproduksi industri nasional.

Pengembangan industri kendaraan niaga nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Kementerian Perindustrian juga mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penguatan rantai pasok otomotif, pengembangan industri komponen, serta peningkatan investasi dan penguasaan teknologi manufaktur kendaraan.

Agus memastikan pemerintah akan terus menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional, termasuk dengan mengimbau pelaku industri untuk menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah dinamika global dan domestik. Ia menekankan, pengadaan kendaraan melalui impor dikhawatirkan dapat mengganggu upaya penguatan industri dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada, tutup Agus.

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *