Kunjungi Kementerian PU ‘DPRD’ Perjuangkan Keadilan Infrastruktur

Lensaperistiwa – Maluku
Komisi III DPRD Provinsi Maluku melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta guna menyampaikan aspirasi terkait kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat (Pempus) kini dinilai tak berpihak kepada daerah kepulauan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa, menegaskan karakteristik Maluku sebagai Provinsi Kepulauan tidak dapat disamakan dengan daerah lain di Indonesia, karena kebutuhan dan biaya pembangunan infrastrukturnya jauh lebih besar.
“Wilayah laut Maluku lebih luas dibandingkan dengan luas daratan. Infrastruktur jalan dan jembatan, maupun pelabuhan sangat membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Jika kebijakan anggaran disamaratakan, maka pembangunan di Maluku akan semakin tertinggal,” sahut Lewarissa,kepada wartawan di Ambon Selasa, (10/02/2026).
Pihaknya menjelaskan, tingginya ketergantungan Maluku tergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menyebabkan setiap kebijakan pemangkasan anggaran berdampak langsung pada pembangunan di daerah.
Kata dia, DPRD memiliki tanggung jawab politik guna memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku melalui dialog aktif dengan Pemerintah Pusat (Pempus) bukan sekadar menerima kebijakan yang telah ditetapkan.
Selain itu, ia menyoroti lemahnya koordinasi perencanaan pembangunan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun Kabupaten/Kota, yang berpotensi melemahkan usulan anggaran disebabkan tidak didukung data yang terpadu dan akurat.
Ia menyoroti, kendala administratif dan aturan teknis pelaksanaan anggaran yang tidak fleksibel sering menghambat proyek infrastruktur di daerah, bahkan menyebabkan pekerjaan terhambat dan terhenti di tengah jalan.
Politisi Partai Gerindra itu, menyebut Pemerintah Pusat (Pempus) membuka ruang dialog yang lebih luas dalam memberikan perlakuan khusus bagi daerah kepulauan, agar pembangunan infrastruktur di Maluku dapat berjalan merata dan berkelanjutan ketusnya dengan nada santun.(*)






