Kang Zudin, Sosok di Balik Lagu-Lagu Pop Sunda yang Kini Kian Mendunia , Sukses Ciptakan 55 lagu 

Kang Zudin, Sosok di Balik Lagu-Lagu Pop Sunda yang Kini Kian Mendunia , Sukses Ciptakan 55 lagu 

Lensaperistiwa.com – Tasikmalaya

Di balik maraknya lagu-lagu Pop Sunda yang kini ramai diputar di berbagai platform digital, tersimpan peran penting para pencipta lagu yang kerap luput dari sorotan. Publik umumnya hanya mengenal penyanyi, lirik, dan melodi, tanpa mengetahui siapa sosok yang melahirkan karya tersebut.

Salah satu nama yang patut mendapat perhatian adalah : Muhamad Izudin Rahmat , atau yang lebih dikenal sebagai Kang Zudin . Komposer asal Sunda ini telah melahirkan sejumlah tembang Pop Sunda hingga Pop Indonesia yang kini banyak dinyanyikan ulang oleh para musisi dan konten kreator.

Beberapa lagu Sunda ciptaannya yang populer di antaranya “Beurat” , yang dipopulerkan Yayan Jatnika, serta “Peurih” yang dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi Sunda, seperti Nining Meida, Nazmi Nadia, Yayan Jatnika, hingga Adryan Damaputra. Lagu-lagu tersebut kembali naik daun seiring banyaknya versi cover di media sosial.

Tak hanya di ranah Pop Sunda, Kang Zudin juga menorehkan prestasi di musik nasional melalui lagu “Bunda” yang dipopulerkan Andika Mahesa (Babang Tamvan) dan sempat viral di berbagai platform.

“Saya bersyukur karya-karya saya bisa diterima masyarakat, khususnya masyarakat Sunda. Saat ini lagu Beurat dan Peurih kembali hits dan banyak dicover. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Kang Zudin kepada media, Sabtu (10/1/2026).

“Peurih” Menjadi “Pedih”

Terbaru, Kang Zudin menyulap lagu “Peurih” ke dalam versi bahasa Indonesia dengan judul Pedih” , yang merupakan terjemahan langsung dari kata peurih dalam bahasa Sunda.

Proses penulisan lirik lagu “Pedih” dilakukan bersama Pojok Musik di bawah pengawasan Kalapas Ciamis Supariyanto, Amd.Ip., SH., MH. , serta Erosyan Freda Adytiwan , James P. Tampubolon , dan Ipan selaku Kasubsi Register.

“Abdi langsung nulis lirik bahasa Indonesia bari karaoke lagu *Peurih* Yayan Jatnika anu di bahasa- Indonesiakeun,” tutur Kang Zudin.

Hasil adaptasi tersebut sukses memukau para pejabat dan pegawai Lapas Ciamis. Hal itu sekaligus membuktikan kreativitas Kang Zudin yang terus mengalir meski berada dalam keterbatasan ruang.

Tak berhenti di situ, Kang Zudin juga mencatat prestasi luar biasa dengan menciptakan 55 lagu dalam waktu satu bulan selama berada di Lapas Ciamis.

“Semoga karya-karya ini bisa menjadi bekal untuk persyaratan pembebasan bersyarat tahun ini atau tahun depan,” harap Izudin .

Terus Berkarya untuk Musik Indonesia

Bagi masyarakat yang penasaran dengan lagu “Pedih”, karya tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube. Selain itu, Kang Zudin juga secara aktif mengunggah berbagai karya musik lainnya di kanal KZ Musik Bandung Official .

Di tengah kondisi industri musik Indonesia yang dinilai mulai meredup, Kang Zudin justru terus produktif melahirkan karya-karya baru sebagai bentuk dedikasi terhadap dunia musik.

“Insya Allah saya akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Saya mohon dukungan dengan ikut meningkatkan rating YouTube K Z Musik Bandung Official,” pungkasnya. ( RK

lensaperistiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *