Breking News

Oknum Polisi Setubuhi Anak Dibawah Umur Diproses Hukum

lensaperistiwa.com – Ambon

Pelecehan seksual kini menjadi sorotan semua orang dengan tindakan tak bermoral yang di lakukan. Salah satu perbuatan keji ini, di lakuan seorang Anggota Polisi SR ia berdomisili di wilayah Kecamatan Sirimau Kota Ambon dia dilaporkan ke Polisi lantaran diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, (04/05/2024).

Di dalam rumah penyimpanan barang rongsokan di Kecamatan Sirimau. Bocah berusia delapan (8) tahun itu, sebut saja mawar, disetubuhi oleh pelaku sekitar pukul 19.30 WIT.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, IPDA Janete S Luhukay menjelaskan kasus ini telah dilaporkan oleh orang tua korban pada Minggu, (05/05/2024) sekitar pukul 23.40 WIT.

Hal tersebut terungkap ketika awalnya pelapor melihat korban yang hanya terdiam diri namun ketika pelapor menanyakan Ada apa korban hanya diam selanjutnya pelapor memberitahu keluarga pelapor yang merupakan bidan untuk memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa barulah keluarga mengetahui bahwa ternyata korban telah dilecehkan oleh pelaku, ketus Luhukay.

Hal itu sontak pelapor sempat terkejut dan selanjutnya menanyakan kepada korban barulah korban menceritakan tindakan bejat yang dilakukan oleh pelaku.
Mendengar cerita korban pelapor langsung melaporkan ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease guna diproses hukum.

“Untuk perkembangan lebih lanjut sampai dengan saat ini pelaku sudah diperiksa saksi-saksi, korban kemudian sudah divisum saat ini prosesnya sedang pemberkasan.”

Dari perbuatan tersangka ia dijerat Undang-Undang Pidana, perlindungan anak dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, ujarnya.

Luhukay menambahkan, terkait dengan keterlibatan Oknum Anggota Polisi dalam kasus persetubuhan. Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease akan tindak tegas, terkait dengan kasus tersebut.

Lanjut Luhukay “pak Kapolres akan proses hukum atau menindak tegas Anggota yang melakukan tindak pidana baik secara pidana maupun kode etik,” ketusnya mengakiri.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *