Breking News

Dua Kasus, Pj Gubernur Maluku Hadiri Panggilan Jaksa

lensaperistiwa.coma – Ambon

Pj Gubernur Maluku Sadali le kini menghadiri panggilan Kejaksaan Tinggi Maluku terkait kasus yang menyelemutinya atas dugaan kasus DAK tahun anggaran 2022 yang bersumber dari anggaran Covid – 19 dan kasus pelaksanaan reboisasi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Kamis, (30/05/2024).

Sadli le mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Maluku sekira pukul 10.00 Wit dengan di dampingi mantan Pj Bupati Kabupaten Buru Dijaludin Salampessy. Sadli le kepada wartawan menyebutkan ia datang memenuhi panggilan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku dalam hal silaturahmi.

“Kasus yang di duga menguras puluhan milyar itu, telah terkuak di Kejaksaan Tinggi Maluku.”

Jika kemudian, dirinya di panggil kembali dalam proses pemeriksaan dalam 2 (dua) kasus yang merugikan negara tersebut maka ia bersedia siap guna menghadiri panggilan tersebut.

Kalau di motori oleh penegak hukum dalam konteks penyeledikan kemudian penyedikkan oleh Kejaksaan Tinggi Maluku maka segalah proses yang berbaur di selidiki sah – sah saja jika belum memenuhi standar penyeledikan seperti perlengkapan berkas penyedik “belum cukup bukti” maka, proses selanjutnya di haruskan seperti apa?? Kejati Maluku sudah pasti mengetahui alurnya ketus Sadli le.

Kasus pelaksanaan reboisasi Kabupaten Maluku Tengah ini sebesar 2,5 milyar kemudian, kasus DAK tahun 2022 yang bersumber dari dana Covid -19 belum ada kepastian tentang jumlah anggaran yang di gunakan pastinya angaran tersebut di dapat dari dana tak terduga yang di taru pada Pengelolaan dan Aset Daerah BPKAD Pemprov Maluku.

Dari hal tersebut maka, sejumlah OPD lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku telah di panggil Kejaksaan Tinggi Maluku guna di mintai keterangan seperti, Pj Pelaksanaan Teknik Kegiatan dan Kelompok Kerja Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Plh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Haikal Baadila.

Dengan proses pemeriksaan tersebut maka, perlimpahan perkas telah di serahkan ke bidsus Kejaksaan Tinggi Maluku guna proses hukum selanjutnya.(Edy Mehlidan)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *