Breking News

PJ Walikota Sukabumi Bersama TPPS Inginkan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kota Sukabumi

lensaperistiwa.com – Sukabumi

Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji menghadiri rakor monitoring dan evaluasi (Monev) kinerja Tim Percepatan Penurunan Stuntung (TPPS) Kota Sukabumi , di Oproom Setda, Rabu (22/5/2024).

Hadir dalam kesempatan itu Sekertaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada, Penjabat Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, Tim Monitoring dan Evaluasi TPPS Provinsi Jawa Barat.

” Selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim monev terpadu dari Provinsi Jawa Barat yang telah datang ke kota sukabumi dalam agenda monitoring TPPS, TPK dan satgas percepatan penurunan stunting,” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.
Kusmana menuturkan upaya-upaya percepatan penurunan stunting di kota sukabumi telah dilakukan oleh TPPS Kota Sukabumi dalam melakukan 8 aksi Konvergensi yaitu dalam pengisian masteransit, aksi 1 sampai dengan aksi 8, rapat-rapat koordinasi TPPS, rembuk stunting, program bapak asuh anak stunting (BAAS) dari setukpa polri, MOU antara dinas BP2KBP3A dengan Kemenag Kota Sukabumi tentang penguatan pendampingan bagi remaja.

” Sementara itu, TPPS Kecamatan dan TPPS Kelurahan telah melakukan upaya-upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi-inovasi, melakukan monitoring pendampigan terhadap sasaran catin, ibu hamil dan baduta serta rapat koordinasi melalui rembuk stunting, mini lokakarya percepatan penurunan stunting,” paparnya.
Tim pendamping keluarga (TPK) se-Kota Sukabumi sebanyak 266 TPK atau 798 orang yang terdiri dari unsur kader KB, kader TPK dan tenaga kesehatan. TPK ini merupakan garda terdepan dalam melakukan pendampingan terhadap sasaran catin, ibu hamil dan balita.

Satgas percepatan penurunan stunting Kota Sukabumi, telah melakukan tugas dan fungsinya seperti melakukan koordinasi lintas SKPD, memberikan masukan-masukan dalam upaya-upaya percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi.
TPPS Kota Sukabumi terus berupaya melakukan inovasi-inovasi dan evaluasi sangat diperlukan dalam upaya perbaikan-perbaikan guna mencapai target nasional yang telah ditetapkan sebesar 14%.

Upaya tersebut dilaksanakan secara serius, terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegah kejadian kasus stunting baru ( zero new stunting) akan mencapai hasil yang maksimal.

” Semoga hasil monev ini bisa dijadikan acuan dalam upaya perbaikan serta sebagai rekomendasi percepatan penurunan stunting Kota Sukabumi. Tentunya dengan upaya ini, sebagai ikhtiar kita untuk menurunkan prevalensi stunting di Kota Sukabumi.

Kusmana menambahkan ,” semoga hasil review Monev ini bisa menjadikan rekomendasi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi,” tandasnya.( edy )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *