Pendidikan

Melianus Reskin di Nilai Gagal Nakodai SMA Negri 9 KKT

Lensaperistiwa.com – Ambon

Kepala sekolah SMA Negri 9 Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Melianus Reskin S.Pd ia di nilai kerja tak sesuai poksi yang di harapkan. Pasalnya semenjak dirinya di lantik 15 tahun menjadi pimpinan di lembaga tersebut dirinya di katakan gagal atas kepemimpinannya menjadi kepsek SMA Negri 9 KKT.

Pasalnya, ia tidak pernah sedikitpun memproitaskan guru honorer pada sekolah yang di nakodai itu. Timbang pilih rasanya, ada beberapa cara yang di perbuat kepsek ini, antaralain, telah melakukan pendaftaran guru PPPK terhadap 10 (Sepuluh) guru honorer pada SMA Negri 9 KKT termaksud di dalamnya adalah ponakanya. Dari rekan jejak ponakanya ini, ia tidak pernah ada dalam daftar guru honorer pada sekolah SMA Negri 9 KKT namun, siapa sangka kepsek diam – diam telah memasukan nama punakanya tersebut dalam daftar dapodik SMA Negri 9 KKT.

Kemudian, dari 10 (sepuluh) guru honorer yang di siapkan sekolah untuk masuk dalam daftar tes PPPK di antaranya 5 (lima) guru, masuk dalam daftar jalur khusus dan 5 (lima) guru lainnya masuk daftar jalur umum. Dari, pendaftaran tes guru PPPK ini, ponakanya tidak pernah ada dalam daftar guru honorer di sekolah manapun.
Kepsek lebih memprioritaskan ponakannya daripada guru honorer yang lain yang bertugas pada SMA Negeri 9 KKT.

Salah satu guru SMA Negri 9 KKT YK kepada wartawan di Ambon Minggu, (17/12/2023) pihaknya menyebutkan kami, merasa kesal atas apa yang di lakukan pimpinan lembaga. Seharusnya ia tidak pilih kasih dalam memperjuangkan nasip para guru honorer yang ada di SMA Negeri 9 KKT.

Dari tugas fungsi kepsek ini kata YK seharusnya melihat secara merata proses tes PPPK terhadap guru honorer yang telah mengapdi di SMA Negri 9 KKT. Jangan pilih kasih kemudian mementingkan keluarga di bandingkan kami yang sudah honor bertahun tahun. Anehnya lagi kepsek memprioritaskan ponakannya yang tidak pernah honor itu msuk dalam dafta dapodik SMA Negri 9 KKT untuk turut serta dalam peserta tes seleksi PPPK jalur khusus,
sementara guru honorer yang lain, yang telah mengapdi bertahun – tahun pada SMA Negri 9 KKT mereka mengikuti anjuran tes PPPK jalur umum sangat di sesali ketus YK.

“Kami, merasa kecewa terhadap pimpinan lembaga ini, kami juga merasa tidak di perhatikan sedikit pun.”

Kata YK tipikal pemimpin seperti ini, seharusnya di mutasi karena bekerja tidak sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada, hal tersebut telah mencoreng nama instansi dinas pendidikan Provinsi Maluku dengan melakukan berbagai aturan yang telah melanggar hukum.

Dirinya harus di mutasi kata, YK sebap sesuai aturan 10 (Sepuluh) tahun masah tugas seharusnya sudah di pindahkan atau di mutasi namun sudah 15 tahun mengapdi pada SMA Negri 9 KKT belum ada kebijakan dinas terkait untuk hal ini, ujarnya menyesali.

Selain itu, kami juga merasa resa dan kecewa atas pembayaran gaji guru honorer oleh bendahara SMA Negri 9 KKT, Lusia Werditi atas apa yang di perbuat terhadap guru honorer pasalnya, pembayaran gaji guru honorer setiap bulan sebesar bulan Rp. 1.25000 namun berjalanya waktu tidak di gubris atas apa yang telah di sepakati bersama seperti melakukan pemotongan gaji honorer, Rp. 1.000.000 kemudian terjadi lagi pemotongan sebesar Rp.500.000 dengan alas utang sekolah terlalu menumpuk .

Sementara operator sekolah Wendy Pamusu saat melakukan tugas adimistrasi guru selalu menuntut upah dari guru yang ada. Padahal, ia di bayar sesuai dengan gaji setiap bulan, ujarnya kesal.

“Saya rasa ini menjadi bahan evaluasi agar kenerja pimpinan dapat di koreksi sesuai dengan mekanisme dan tata aturan yang ada,” ketusnya mengakiri.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *