Breking News

Diduga Oknum Dokter Rumah sakit Permata Bunda Tak Beretika

lensaperistiwa.com – Kota Tasikmalaya

Sebagai propesi dokter menunjukkan perilaku tidak terpuji ditunjukkan seorang dokter sepesialis diduga sebuah rumah sakit yang ada di daerah indihiang kota tasikmalaya.selasa 05/12/2023.

Diduga citra rumah sakit Permata Bunda Rusak Gara gara oknum dokter yang inisial ( B ) menunjukkan dokter sepesialis di rumah sakit Permata bunda berteriak marah kepada Pasien.

Kejadian tidak terpuji ini diduga terjadi di Rumah Sakit Permata Bunda di daerah indihiang kota tasikmalaya keributan tersebut terjadi diduga karena masalah tidak ada Penaganan medis dari mulai jam.,18,00 wib,sampai jam,12,”00.

Aksi tersebut sungguh tidak terpuji karena seharusnya sebagai pelayan masyarakat harus lebih sabar dan bisa menahan emosi.Terlebih profesi seorang dokter yang melayani pasien dengan berbagai macam penyakit dan karakter, karena perkataan dokter bisa menjadi penyemangat pasien agar sembuh.jika dokternya marah-marah seperti itu bagaimana pasien mau cepat sembuh, bukan sembuh yang ada pasien jadi tambah sakit kalau dokternya marah-marah katanya.

Korban sambil mendengar dan lihat nama dokter inisial (B) tetapi tampaknya dokter itu seperti tidak takut dan justru malah teriak marah marah terhadap pasien.

Entah apa masalah yang sedang dialami dokter spesialis inisial ( B) itu, tidak sepantasnya prilaku seperti itu diperlihatkan oleh seorang dokter kepada seorang pasien.

Profesionalitas dokter dalam mengemban profesinya. Pondasi dalam mewujudkan profesionalitas tersebut adalah Kode Etik Kedokteran Indonesia. Artinya, Kode Etik Kedokteran Indonesia secara konsisten harus dipahami, diterapkan dan ditegakkan oleh dokter. Di sinilah letak strategis dari Organisasi Profesi Dokter (khususnya Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia) sebagai pengawal dalam penegakan Kode Etik Kedokteran Indonesia.

Menurut keterangan keluarga pasien selama ada di rumah sakit tidak ada penaganan medis selama 17,jam,,katanya”,

Awak media mendatangi pihak rumah sakit bertemu dengan dokter firman dan Andi sebagai stap divisi hukum rumah sakit Permata bunda,mengatakan,

Selama ada di rumah sakit dokter pirman mengatakan saya sudah memberi obat lalu suntikan melalui imfused

Awak media menelusuri sampai sejauh mana kronologis rumah sakit tersebut adapun sumber mengatakan pembayaran mau pulang pun tidak ada rincian pembayaran hanya di beri kuitansi senilai Rp.1.230.000, satu juta dua ratus tiga puluh ribu rupiah katanya.( Tim )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *