Breking News

“Kontroversi Papan Proyek Pembangunan Rehab Gedung BPSBTPH Wilayah VI Pangandaran: Transparansi Proyek Diperdebatkan”

Lensaperistiwa.com – Pangandaran

Pelaksanaan proyek baik itu anggaran pusat maupun provinsi.setidaknya mesti ada keterbukaan publik ataupun transparan.supaya masyarakat tau bahwa pemerintah baik pusat ataupun provinsi gelontorkan anggaran ke daerah.dan harus jelas peruntukannya dan di alokasikannya.

Lain halnya dengan adanya pembangunan rehab gedung balai pengawasan dan sertifikasi benih tanaman pangan dan hortikultura (BPSBTPH) wilayah VI Pangandaran yang berloksi di kecamatan padaherang kabupaten pangandaran provinsi jawa barat.pertama kali tim kelokasi melakukan kontrol sosial namun tidak terlihatnya papan proyek.dan kebetulan bertemu dengan orang yang berpenampilan keren.pas di tanya kaitan papan informasi dengan jawaban simple ada tapi sobek sembari pergi meninggalkan tim.

Kamis 5/10/2023 timpun mendatangi lagi kelokasi dan bertemu dengan koordinator UPTD BPSBTPH.Suprih mulyono selaku kordinator balai ketika ditanya masalah papan proyek yang tidak di pasang menjawab.kalau papan proyek pernah ada dan di pasang di belakang gedung.namun roboh dan sobek trus di simpan di grasi…ujarnya .

Namun sebelum di pasang di belakang papan proyek tersebut di pasang di depan gedung grasi kendaraan yang tidak di rehab.maka saya sarankan ke orang proyek.agar papan proyek tersebut di pasang di belakang yang sedang di rehab..jelasnya lagi

Namun apapun alasannya dan dalihnya itu patut di pertanyakan.soal papan proyek yang awal pekerjaan pernah di pasang dan di cabut kembali.dan di duga sengaja di sembunyikan agar publik tidak mengetahuinya.dan koordintor pun ngeshare poto papan proyek yang di pasang di pohon kelapa melalui whatsApp.yang mana mereka mengaku pernah ada dan di pasang.

Dan timpun kembali dengan hari yang sama jam yang berbeda.karena pas konfimasi pertama kurang lebihnya jam 11.00 survey ke dua jam 14.00 ke lokasi.karena adanya informasi papan proyek ada namun setelah di survey papan proyek tersebut tidak ada.

Yang ada hanya pohon kelapa bekas papan proyek di pasang.itupun pohon kelapanya di luar areal lokasi balai.yang akhirnya tim pun berpraduga papan proyek tersebut hanya di pasang di handphone orang- orang tertentu saja.maka dari itu proyek tersebut patut di pertanyakan ada apa…? dan jangan sampai masyarakat ataupun publik di kalabui dan di tutup tutupi karena proyek tersebut bersumber dari keuangan negara berkat pajak yang masyarakat bayar…!

( Ratna. K )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *