Breking News

Ketua DPRD Maluku, Kami Perjuangkan Ibukota Pindah ke Pulau Serem

Lensaperistiwa.com – Ambon

Gagasan pemindahan Ibukota Provinsi Maluku ke Pulau Seram merupakan tugas pokok Pemerintah Daerah Maluku yang mana, Ibukota ini, telah di gagas oleh mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalo dan alm, Fatani Sahulau mantan ketua DPRD Maluku tahun 2013.

Dari, pemikiran-pemikiran cerdas kepala Daerah inilah yang kemudian, di lakukannya peletahakan batu pertama Ibukota Provinsi Maluku di KM 6 Negri Makariki Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Ide dan gagasan kepala Daerah itu sepertinya, hilang di telan bumi. Kemudian Tahun 2018 bergulirnya, pesta demokrasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Murad Ismail dan Barnabas Orno (Baileo) muncul ide bawasanya akan memperjuangkan pemindahan Ibukota Provinsi Maluku ke Pulau
Serem namun, nahas sepertinya ceplas ceplos tak ada realisasi.

Menyikapi pemindahan Ibukota ini, di respon oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku aktif, Benhur Watubun dirinya kepada wartawan di Ambon Jumat, (01/09/2023) mengatakan proses pemindahan ibukota Provinsi Maluku ke Pulau Seram akan berjalan dengan baik.

Kami, tidak memberikan janji – janji kemudian akan menjadi konsumsi publik yang tidak baik namun, menjanjikan sesuatu yang baik ketiga kita memiliki kewenangan itu. Pemindahan Ibukota Maluku ini, akan di perjuangkan secara terstruktur dan secara baik, sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama dapat di wujutkan, ketus Watubun.

“Saya rasa bawa ini, perlu di perjuangkan karena Kota Ambon sudah semangkin padat oleh karena itu, perlu keseriusan dalam hal meperjuangkan Ibukota Provinsi Maluku ke Pulau Seram.”

Pihaknya memastikan ada berbagi cara dan strategi yang kemudian, di lakukan sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di Negara ini. Secara logika cara pandang ilmiah, akademis yang dapat diperhintungkan baik secara politik hukum maupun moral.

Ini menjadi salah satu patokan untuk bagaiman di perjuangan dan harus kita dudukan secara baik dan benar, letakkan prinsip yang harus bisa mengakomodir seluruh kepentingan demi masyarakat Maluku ke depan ujarnya.

Untuk itu,selama saya menjadi Ketua DPRD dan akan mengakhiri masa tugas, Watubun yakin Ibukota Provinsi Maluku bisa dipindahkan dengan baik.

Pemimdahan Ibukota bukan serta merta semua harus berakifitas di sana namun, dengan harus berkantor. Akan tetapi, seluruh elemen penting seperti perangkat Daerah ataupun aturan-aturan akan didudukan secara rapi dan benar kemudian, dieksekusi secara baik.

Dirinya berjani akan membuka komunikasi dengan Gubernur Maluku Murad Ismail serta membuka askes komunikasi bersama dengan stakeholder lainnya termasuk pihak lembaga Campus Negri maupun suasta agar supaya bisa mengakomodasi seluruh harapan dan kepentingan rakyat Maluku.

Dikatakannya , pihaknya hanya melanjutkan sesuatu apa yang selama ini tidak diberi perhatian dan tidak mendapat perhatian.
Kan, sudah di letekannya peletakan batu pertama pada 2013 lalu saya melanjutkan proses perjuangan ini, ungkapnya berbesar hati.

Jika kita ingin berbuat baik untuk sesama kenapa harus tidak, hal baik cenderung mencerminkan kepada publik bahwa pekerjaan harus kita tingkatkan, selama untuk kepentingan masyarakat Maluku maka akan kami lakukan sebaik mungkin.

Selain itu pihaknya mempertegas soal rencana tata ruang wilayah atau RT RW yang mengatur soal tatanan darat laut udara supaya itu menjadi bagian penting dari perjalanan Maluku ke depan ujar, politisi senior Partai PDIP itu.*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *