Breking News

BRIN Menjadi Tuan Rumah Perhelatan PGEC 2023

lensaperistiwa.com – JAKARTA

International Atomic Energy Agency (IAEA) menunjuk Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional  (BRIN) menjadi tuan rumah dalam perhelatan Post-Graduate Educational Course in Radiation Protection and the Safety of Radiation Sources (PGEC).

Kegiaan ini merupakan pelatihan bertaraf internasional dalam bidang proteksi radiasi dan keamanan sumber radiasi.

Saat ini, proteksi radiasi sebagai aspek penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan bagi individu dan lingkungan yang berteknologi maju. Pemanfaatan sumber radiasi di berbagai bidang, termasuk kesehatan, energi nuklir, penelitian, serta aplikasi industri semakin lazim. Akibatnya, ada kebutuhan peningkatan pengetahuan dan keahlian secara profesional dalam bidang tersebut.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito dalam sambutannya pada pembukaan PGEC menyampaikan, PGEC adalah program pelatihan komprehensif dari IAEA untuk membangun dasar yang kuat dalam bidang proteksi radiasi dan keamanan sumber radiasi.

“Tentunya untuk mempelajari dan mengembangkan pengetahuan, serta kompetensi dalam bidang tersebut. Selain itu juga dalam rangka memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai,” kata Mego Pinandito, dikutip dari laman BRIN di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Menurutnya, dengan kombinasi pengajar yang profesional dalam teori, praktik, dan penelitian, dipastikan para peserta akan mendapatkan pengalaman pembelajaran terbaik. Dia juga bercita-cita  agar ilmu yang telah diterima oleh mereka dapat dimanfaatkan secara luas di masa mendatang.

“Dengan memahami risiko, serta limbah yang dihasilkan, kita dapat memanfaatkan energi nuklir dengan sebaik mungkin. Melalui kolaborasi antara peneliti BRIN dengan para peserta, mereka dapat mengembangkan relasi penelitian secara nasional maupun internasional,” terangnya.

Petra Salame, Senior Program Management Officer IAEA mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan pertama bidang proteksi radiasi dan keamanan sumber radiasi di Indonesia. “Saya mengapresiasi Pemerintah Indonesia melalui BRIN dalam penyelenggaraaan pelatihan ini. Atas kontribusi semua institusi yang menjadi stakeholders utama di pelatihan ini,” ucapnya.

Petra menyampaikan, pelatihan ini merupakan program IAEA yang memiliki kontribusi signifikan untuk memperkuat proteksi radiasi dan keamanan sumber radiasi dengan cara yang tepat. “Hasil yang akan dicapai setiap peserta tentu akan beragam sesuai pencapaiannya masing-masing. Kami harapkan semua peserta akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi negaranya,” ungkapnya.

Sudi Ariyanto selaku Course Director of PGEC’s Indonesia 2023 menjelaskan, PGEC adalah pelatihan komprehensif berdurasi panjang sebagai pelatihan profesional. Hal ini merupakan dasar awal untuk profesional muda yang diharapkan akan menjadi pengambil keputusan. Mereka juga diharapkan menjadi regulator, pakar, dan pengajar yang berkualifikasi, dalam bidang ini.

“Pelatihan PGEC dirancang secara komprehensif dengan beberapa model pembelajaran teoritis dan praktis dalam multidisiplin dasar ilmiah. Berdasarkan silabus berstandar Internasional yaitu IAEA tentang proteksi radiasi serta penerapannya. Selain itu, para peserta juga akan mengerjakan mini-project di bawah supervisi pakar BRIN,” jelas Sudi.

Sementara itu Zainal Arief Direktur Poltek Nuklir BRIN mengutarakan, tema yang diusung PGEC sebagai topik yang bagus untuk para peneliti, ilmuwan, serta komunitas nuklir untuk berbagi pemikiran, pengalaman, pengetahuan, dan gagasan. “Topik ini bisa memperkuat kemampuan kita dalam bidang iptek nuklir. Semua peserta bisa mendapatkan keuntungan dari pelatihan ini. Semoga pelatihan ini akan memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh kalangan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama pelatihan, peserta juga dapat mengenal fasilitas-fasilitas yang dimiliki Kawasan Sains dan Edukasi (KSE) Achmad Baiquni di kampus BRIN Babarsari Yogyakarta. “Kami ingin memperkuat kemampuan melalui inkubator bisnis politeknik, pengajaran, pusat sertifikasi, termasuk pusat penelitian. Ditujukan bagi para dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pertama di Yogyakarta Jawa Tengah mulai 3 Juli sampai 20 Oktober 2023, dan di Jakarta mulai 23 Oktober hingga 17 November 2023. Pelatihan diikuti oleh 24 peserta berasal dari Afganistan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Irak, Jordania, Mongolia, Nepal, Oman, Pakistan, Papua Nugini, Philipina, Saudi Arabia, Thailand, UAE, Yaman, dan Indonesia. Adapun unit kerja BRIN yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Direktorat Pengembangan Kompetensi dan Poltek Nuklir.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *