Breking News

Sindikat Penyalur TKW Timur Tengah Ditangkap Polres Indramayu

Lensaperistiwa.com – Indramayu

Sindikat Perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan tujuan Negara Timur Tengah. Akhirnya berhasil dibongkar oleh tiem satgas TPPO Kab, Indramayu.

Para pelakunya, kini dibekuk oleh unit PPA serta Tiem Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polres Indramayu

Satga TPPO ini, telah dibentuk sejak 5 Juni 2023, dan baru beberapa hari kerja tiem satgas TPPO berhasil membekuk 3 orang terduga pelaku perdagangan orang.

Ketiganya, terdiri dari satu orang perempuan berinisial DS (30) dan dua orang laki-laki berinisial ES (45) serta T (46).

Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar mengatakan, mereka diketahui melakukan pengiriman TKW ilegal ke negara Timur Tengah.

Korbannya diketahui Wanita inisial DA (33) warga Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu.

DA sudah ditempatkan di Negara Uni Emirat Arab, Ia pun menjadi korban penganiayan dan perlakuan kasar dari sang majikannya saat bekerja.

“Salah Satunya DA, Ia korban, yang saat ini tengah kita tangani,” ujar M.Fahri kepada awak media, Kamis (08/06/2023).

Lebih lanjut AKBP M. Fahri Siregar mengatakan, kasus TPPO sekarang ini mendapat perhatian penuh dari Kapolri.

Sehingga jajaran Polres Indramayu pun berkomitmen akan membongkar kasus-kasus TPPO yang marak terjadi.

Di sisi lain, dijelaskan Kapolres, para pelaku yang saat ini sudah berhasil diamankan memiliki perannya masing-masing.

DS berperan sebagai petugas lapangan yang mencari korban, T sebagai sponsor, dan ES sebagai koordinator perekrutan TKW Ilegal wilayah Indramayu.

Untuk mengelabui korbannya, para pelaku diketahui memberikan uang fee sebesar Rp 3 juta kepada korban agar mau diberangkatkan ke UEA.

Uang tersebut diberikan pelaku kepada korban secara bertahap.

Korban juga dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan akan diberi gaji sebesar Rp 5 juta per bulan.

“Sekitar akhir bulan Januari korban diberangkatkan menuju UEA,” ujar dia.

Namun, setelah bekerja, korban rupanya tidak kunjung digaji. Baru pada bulan ketiga korban akhirnya mendapatkan gaji.

Gajinya yang diberikan pun hanya sebesar 1.200 dirham atau sekitar Rp 4,5 juta saja.

Baca Juga : Kasad Ingatkan Pejabat Baru untuk Tidak Panik, Para Komandan Wajib Tahu
“Kasus ini akan terus kami dalami lebih lanjut,” ujar dia.(bd)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *