Breking News

Kaban LI-BAPAN Apresiasi Respon Cepat DPRD dan Pemkab Lampung Utara Mendengar Aspirasi Masyarakat

lensaperistiwa.com – Lampung Utara

Kepala Badan (Kaban) Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (LI-BAPAN) Lampung Utara Kausar mengapresiasi langkah cepat Komisi III DPRD Lampung Utara dalam merespon pengaduan yang disampaikan LI-BAPAN terkait limbah produksi tahu dan tempe di kelurahan Bukit Kemuning Lampung Utara. Rabu (31/05/2023)

“Ini contoh wakil rakyat yang mengerti keinginan rakyat, peduli dengan rakyat. Begitu mendapat aduan serta keluh kesah rakyat beliau langsung merespon dengan cepat dengan Saya apresiasi beliau ini wakil kita bapak Joni Bedyal”, kata Kausar kepada awak media di lokasi sidak

Selain mengapresiasi DPRD, Kausar juga mengucapkan terima kasih kepada kepala dinas perdagangan Lampung Utara Hendri, kepala dinas DLH Wahap Kasat Pol-PP Khairul Anwar, Kepala dinas kesehatan, anggota DPRD Neti Astuti fraksi PAN serta Kepolisian Resor Lampung Utara yang telah menyempatkan diri dan meluangkan waktu mendampingi Sidak ini

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita semua dimana kita sama-sama tadi melihat kepedulian pemerintah kabupaten Lampung Utara terhadap masyarakat begitu tinggi”, ucap nya

Kausar menjelaskan pengaduan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian LI-BAPAN terhadap kesehatan masyarakat Lampung Utara yang terimbas limbah produksi tahu serta tempe yang diduga dibuang sembarangan oleh pelaku usaha

“Kita menduga limbah dibuang secara sembarangan oleh pelaku usaha tanpa ada nya instalasi pembuangan air limbah. Langsung disalurkan melalui saluran air dan kesungai. Selain itu juga kami menduga pembuatan yang dilakukan para pelaku usaha ini terbilang asal-asalan dengan menggoreng hasil produksi mereka dengan minyak jelantah dan memakai bahan pengawet. Sekali lagi ini hanya dugaan untuk itu kita mendorong DPRD bersama instansi terkait melakukan Sidak. Dan Alhamdulillah hari ini sudah dilaksanakan “, ucap Kausar

Kaban LI-BAPAN Lampung Utara berharap Sidak yang dipimpin ketua komisi III DPRD Lampung Utara dari fraksi Demokrat Joni Bedyal bersama Forkopimda Lampung Utara pada hari ini kesejumlah pengrajin atau pelaku usaha rumahan dilampung Utara kedepannya bisa memberikan kontribusi untuk kabupaten Lampung Utara
.
“Ya kita minta dengan adanya Sidak ini para pengrajin atau pelaku usaha rumahan di Lampung Utara khususnya di kelurahan Bukit Kemuning ini kedepannya bisa memberikan kontribusi untuk kabupaten Lampung Utara “, pintanya

Selain mengapresiasi, kepala badan Kausar berharap melalui Sidak tersebut bila didapati ada pelaku usaha rumahan yang nakal dan tidak patuh terhadap aturan aturan yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten Lampung Utara agar segera ditindak tegas

“Kalo ada yang nakal tidak patuh dengan aturan yang berlaku saya harap pemerintah dapat melakukan tindakan tindakan tegas. Nakal yang saya maksud disini adalah seperti contoh limbah yang dibuang sembarangan, atau bahan pembuatan nya yang dipakaikan formalin ini tentu sangat membahayakan kesehatan kita “, pinta Kausar

Guna menyikapi hasil sidak, Kausar menyampaikan LI-BAPAN akan menunggu langkah langkah yang akan ditempuh oleh tim gabungan dari dinas dinas terkait

“Kami dari bapan menunggu langkah yang akan ditempuh mereka setelah sidak ini.” Pungkasnya

Nampak di lokasi ketua komisi III DPRD Lampung Utara Joni Bedyal sedang berinteraksi dengan salah satu warga.

Sekilas terdengar Joni Bedyal menerangkan maksud kedatangan dirinya beserta rombongan adalah dalam rangka memberikan sosialisasi serta pembinaan terhadap pelaku usaha tahu dan tempe di kelurahan Bukit Kemuning

“Nanti setelah ini kita mengadakan sidak ini ada penemuan atau tidak akan kita panggil ke DPRD kita duduk bersama bagaimana untuk menerapkan pekerjaan lebih lebih. Kolo dia memang bagus ya Alhamdulillah kita akan membina lebih bagus lagi, kalo memang iya kurang bagus nanti kita ada pembinaan”, terang Joni Bedyal kepada salah satu pengrajin rumahan saat sidak dilangsungkan

Selain itu Joni menerangkan limbah yang ada harus melalui proses terlebih dahulu sebelum di buang ke sungai

Sementara salah satu pengrajin tahu menyambut baik atas sidak ini. Ia menyebut dirinya pernah meminta perlindungan kepada pemerintah kabupaten Lampung

“Kami pernah meminta perlindungan kepada kabupaten artinya selaku Bupati bagaimana caranya melindungi kami ini supaya kami ini nyaman “, terangnya

Dirinya pun membantah atas isu isu liar tentang adanya pungutan yang dilakukan oleh pihak pihak dinas selama ini

“Enggak ada. Ini saya bantah langsung disini bahwa tidak ada setoran kedinas manapun ” Tegasnya

Dalam sidak ini nampak sejumlah sempel yang diduga dijadikan sebagai bahan produksi dibawa petugas pulang dan selanjutnya akan dilakukan uji lef

( Kausar )

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *