Breking News

Koropsi ADD dan DD, Mantan Raja Abubu Digiring Ke Kejari Ambon

lensaperistiwa.com – Maluku

Mantan Raja Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) telah di serakan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, atas kasus koropsi ADD dan DD Negri Abubu Jumat (05/05/2023).

Eks merupakan Raja Negeri Abubu yang merupakan tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta dugaan penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2016-2018.

Penyerahaan tersangka tahap II, atas nama Marthinus Lekahena, oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Mantan Raja Abubu itu, di tahan oleh penyidik cabang Kejaksaan Negeri Ambon ( Kejari) di Saparua selama 20 hari terhitung sejak 08 Maret 2023 sampai dengan 27 Maret 2023.

Tahanan tersangka ini sesuai Surat Perintah Penahanan Nomor : Print -33/Q.1.10.1/fd.1/03/2023 tanggal 08 Maret 2023 dan di perpanjang oleh penuntut umum tanggal 28 Maret 2023 sampai dengan 06 Mei 2023 selama 40 hari dengan nomor : Print 44/Q.1.10.1/Fd.1/03/2023 tanggal 24 Maret 2024

Selanjutnya, tersangka di bawa ke Ambon menggunakan Kapal Cepat Cantika 99 untuk di lakukan penyerahan tahap II ke Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Ambon yang di terima oleh JPU di Ruang Pidana Khusus Kejari Ambon.

Raja Abubu itu, di santun beberapa pertanyaan terkait peran dan fungsi tersangka dalam pengelolaan Dana Desa AD dan Alokasi Dana Desa ADD tahun anggaran 2016 – 2018. Dengan perbuatan tersangka Negara di rugikan sebasar Rp. 800 juta.

Atas perbuatan tersangka, ia dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 uu no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah di ubah dan di tambah dengan uu RI NO 20 TAHUN 2001 tentang perubahan atas uu RI no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 (1) Kuhpidana, pasal 3 Jo pasal 18 uu no 31 tahun 1999 tentang pemberantadan tindak pidana korupsi.

Untuk diketahui, tersangka Marthinus Lekahena ini, sementara menuju Rutan kelas II Waiheru untuk menjalani penahanan selama 20 hari dengan no penahanan print 67/Q.1.10.1/ft.1/05/2023 tanggal 04 Mei 2023 selama 20 hari guna menunggu proses persidangan selanjutnya.*

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *