Breking News

Raja Negri Maneo di Duga Gelapkan Dana Bagi hasil Rp 2,3 Milyar

Lensaperistiwa.com – Ambon

Raja Negri Maneo di bidik, kritikan pedas dari anak cucu Negri Maneo pasalnya, 4.000 hektar lahan yang di kelolah oleh PT Nusa Ina grup sebagai perkebunan sawit Kecamatan Seram Utara Timur Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) masuk dalam lokasi petuanan Negri Maneo dan Negri Kobi.

Hal itu tentu membuat proses bagi hasil oleh PT Nusa Ina grup kepada dua Negri itu pun di lakukan di antaranya, Negri Maneo mendapatkan Rp 2,3 milyar sedangkan Negri Kobi Rp 2. 289. 816. 392.

Salah satu anak Negeri Maneo Glen Tamala kepada wartawan di Ambon Kamis, (20/04/2023) mengatakan sesuai kesepakatan awal yang di keluarkan oleh raja Negri Maneo Nicolius Boiratan bawasanya, pembagian bagai hasil oleh PT Nus Ina grup kepada Pemerintahan Negri Maneo sebesar Rp 2,3 milyar dan akan di bagikan secara merata ke seluruh anak cucu Negri Maneo termasuk Negri Maneo Ratu dan Yamalatu Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Dari hasil perjanjian kesepakatan bagi hasil itu sebelum pencairan dana Rp 2,3 milyar itu di bagikan oleh PT Nusa Ina grup 23 Maret 2021 lalu, ” saya rasa proses kesepakatan yang sudah di buat oleh raja Negri Maneo itu, harus ada relaksasi pasalnya anak cucu Negri Maneo belum selurunya mendabatakan hak pembagian mereka” ketus Tamala.

Tamala membeberkan, raja Negri Maneo ini kan sudah, melakukan kesepakatan awal dengan raja Negri Maneo Ratu dan raja Negri Yamalatu atas pembagian itu namun belum juga di lakukan pembagian secara merata ungkapnya kesal

Hal tersebut bukan di jadikan sebagai lelucon semata namun perlu ada transparansi secara terbuka oleh raja Negri Maneo atas dana bagi hasil itu. Yang Kemudian di lakukan proses pembagian hak kepada anak cucu Negri Maneo secara meratah tanpa terkecuali.

Beta liat sandiri pembagian hak oleh Pemerintahan Negri Maneo kepada masyarakat namun, kata Tamala tak masuk akal kemudian, tak merata bisa di curigai ada penyelewengan dana ini ungkapnya dengan dialek Ambon.

Lanjut Tamala kami, anak cucu Negri Maneo yang berada di Negri Maneo Ratu dan Yamalatu mengaku kesal terhadap perilaku yang di perbuat oleh raja Negri Maneo semena-mena mementingkan diri sendiri.

Padahal “konsekuensi kesepakatan telah di bicarakan awal.” Namun, tak kunjung di realisasikan oleh raja Negri Maneo hal tersebut, bisa mememicu polamik yang berkepanjang di kalangan masyarakat tutur Tamala.

Edy Mehlidan/ Wariata

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *