Breking News

Pemkab KKT Belum Respon Gejolak Kenaikan Beras di Larat

Lensaperistiwa.com – Ambon

Saumlaki, Beras di pasaran kota Larat terus melonjak naik.
Sudah sebulan lebih warga kota Larat dan sekitarnya mengeluh dan pasrah dengan melonjaknya harga beras di pasar maupun pertokoan. Pasalnya, hingga saat ini belum juga ada respon dari Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)

Pantauan wartawan Lensaperistiwa.com, senin (17/04/23) di lapangan tepat pada pertokoan kota Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, KKT terus melonjak naik. Sebelumnya beras bulog yang biasanya menguasai pasaran itu, saat stoknya kosong sementara beras premium yang ada pun dipatok dengan harga Rp 15.000 sampai Rp 17.000 per kilogram . Berawal dari harga tertinggi berkisar Rp 12.000 per kilogram.

Salah satu warga desa Ridool Nen Temin kepada wartawan mengatakan, beras di pertokoan kota, Kecamatan Larat mengalami kenaikan di bandingkan dengan bulan-bulan kemarin pasalnya, harga beras yang awalnya stabil kini menyulitkan masyarkat sekitar. Sebelumnya saya bisa membeli 20-30 kg untuk sebulan namun, dengan kenaikan harga harus mengurangi stok beras di rumah. Dengan kenaikan ini saya bisa membeli 10 kg jika ada rejeki dulu beli lagi untuk penambahan stok beras di rumah ketus Temin.

“Saya rasa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dalam hal ini Komisi ll DPRD KKT bisa melihat polamik yang terjadi di sepanjang pasar kota kecamatan Larat ini” ungkapnya.

Ia mengakui pasrah dengan kondisi saat ini. Tak hanya itu,warga lainnya Pait mengatakan lonjakan harga beras ini membuat dirinya harus bersusah payah mencari nafkah. Apalagi ia bekerja sebagai tukang ojek, pendapatan nya tak seberapa.” Kita ojek ini paling dapat Rp 30.000 satu hari,kalo beras naik begini pasti hanya mampu beli 1 kilo,belum tamba sayu dan ikan ungkapnya.

Dirinya, berharap Pemerintah kabupaten KKT bisa melihat gejolak ini Serta, memberikan perhatian serius pada gejolak kenaikan harga beras yang tidak tahu penyebab nya itu ketus Pait

Jika kenaikan beras tak ada penyebap maka harus di pastikan Pemerintah KKT lingkup kota kecamatan Larat bisa memastikan kapan harga beras bisa normal kembali.

Ada pun gejolak kenaikan harga beras ini maka, masyarakat kota larat meminta Pemerintah kecamatan jangan diam dan melakukan opersa pasar.

“Coba koordinasi supaya kita bisa tahu kapan beras normal, kalo memang stok beras kurang kapan beras ada bukan cuman diam namun bisa melihat penderitaan masyaraka kecil ungkapnya kesal.”

Untuk diketahui sudah sebulan lebih Masyarakat kota larat dan sekitarnya berteriak kenaikan harga beras yang tak wajar namun belum ada realisasi oleh Pemerintah setempat guna melakukan operasi pasar. @ Sra

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *