DIDUGA MALING UANG NEGARA PARA PELAKU KASUS SPK FIKTIF KEMBALIKAN UANG KERUGIAN NEGARA SEBESAR Rp. 5.8 M

lensaperistiwa.com – Sukabumi

Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi berhasil kembali melakukan pengembalian Kerugian Negara Akibat ulah para pengusaha nakal atau beberapa oknum di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yaitu terkait Bantuan Provinsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2016.

Dari data yang diperoleh dari Tim Penyidik ( Pidsus ) Kabupaten Sukabumi Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Nomor : Print-02/M.2.30/Fd.1/10/2022 tanggal 31 Oktober 2022 tentang dugaan tindak pidana korupsi terkait SPK Fiktif Keuangan pada Kantor Cabang Bank Jabar Banten (BJB) Pelabuhanratu di Kabupaten Sukabumi Bantuan Provinsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2016.
KASUS POSISI :
Bahwa Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait SPK Fiktif Keuangan pada Kantor Cabang Bank Jabar Banten (BJB) Pelabuhanratu di Kabupaten Sukabumi Bantuan Provinsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2016.

Adapun yang diduga terlibat dalam SPK Fiktif ini adalah beberapa oknum-oknum Pada Dinas Kesehatan / Pejabat di lingkup Pemkab Kabupaten sukabumi .
Dalam Hal ini Tim Penyidik Kejaksaan Negeri saat ini masih dilakukan pendalaman keterlibatannya pada tahun 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Siju, S.H.,M.H.di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi , Cibadak ,13/01/2023, mengatakan ,: Bahwa diduga pejabat-pejabat pengadaan pada dinas kesehatan mengeluarkan SPK/SPKM yang diduga fiktif dimana SPK/SPKM tersebut menjadi salah satu syarat untuk mengucurkan dana kredit kontruksi pada Bank BJB Cabang Pelabuhan ratu, yang digunakan oleh penerima pekerjaan selaku debitur. Bahwa dari hasil penyidikan sementara diketahui SPK/SPKM yang digunakan diketahui tidak ada mata anggarannya yang menurut hasil penyidikan dari pejabat pada dinas kesehatan anggaran yang bersumber dari dana bantuan keuangan provinsi jawa barat.

Bahwa terdapat beberapa CV yang ditunjuk dalam SPK / SPKM selaku debitur dengan jumlah pinjaman yang bervariasi jumlahnya yang memiliki tunggakan / kredit macet dalam pembayarannya di tahun 2016 s/d 2022 sebesar + Rp. 25.087.740.395 (dua puluh lima milyar delapan puluh tujuh juta tujuh ratus empat puluh ribu tiga ratus sembilan puluh lima rupiah) pada Bank BJB Cabang Plabuhanratu yang pada hari ini ada beberapa CV yang melakukan penitipan uang kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi sebesar Rp. 5.800.000.000. (lima milyar delapan ratus juta rupiah) sebagai itikad baik penyelesaian kewajiban kepada pihak Bank BJB Cabang Plabuhanratu. Bahwa pihak Penyidik masih menunggu itikad baik pihak lain selaku debitur dari Bank BJB Cabang Plabuhanratu untuk menyelesaikan kewajibannya.

Saat ini penyidik sedang menunggu perhitunngan audit dari Inspektorat Kabupaten Sukabumi.
Bahwa telah dilakukan penitipan uang sebanyak 3 kali diantara:
Penitipan pertama tanggal 15 November 2022 sebesar Rp. 4.295.901.536
Penitipan kedua tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp. 353.000.000
Penitipan ketiga tanggal 13 Januari 2023 sebesar Rp. 5.800.000.000
Sehingga per tanggal 13 januari 2023 total jumlah penitipan uang sebesar Rp. 10.448.901.536
Kepada Awak Media , Siju didampingi Ratno Habeahan Selaku Kasi Pidsus dan Tigor Sirait sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mengatakan ,”
Agar teman – teman Media yang hadir pada saat ini diharapkan bersabar menunggu penyidikan selanjutnya dan kita tetap akan mengundang awak media sampai kasus ini tuntas ,Ungkap nya.
Siju menambahakan ,’ Kami dari Kejaksaaan akan tetap melakukan audit bersama dengan Inspektorat Kabupaten Sukabumi tentang kasus SPK Fiktif ini.
Semua uang titipan ini di stor kan kembali ke kas negara melalui Bank BJB Cabang Palabuhan Ratu ,jelas Siju.

Acara penitipan Uang sebesar Rp.5.8 M ini
disaksikan oleh Puluhan Awak Media , Tim Inspektorat Kabupaten Sukabumi , Manager Keuangan Bank BJB Cabang Palabuhan Ratu .( edy )

138 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *