Kesbangpol Provinsi Kalteng Akan Fokus Pendidikan Politik Kepada Pemilih Pemula

lensaperistiwa.com – JAKARTA

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), akan memfokuskan pemberian pendidikan politik kepada pemilih pemula pada 2023 ini.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/1/2023).

Husain mengatakan, pendidikan politik bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pemilih pemula tentang pentingnya pelaksanaan pesta demokrasi serta perlunya peran aktif dari masing-masing pihak untuk menyukseskannya, 

Sasaran yang masuk dalam kategori pemilih pemula tersebut diantaranya adalah mereka yang belum berusia 17 tahun, ataupun lebih yang saat Pemilu 2024 mendatang baru pertama kali memiliki hak pilih.

“Sasaran pendidikan politik itu juga termasuk mereka yang merupakan pensiunan TNI/Polri ataupun yang selama ini terbentur berbagai aturan sehingga tidak memiliki hak pilih,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B. Aden menyatakan, pemerintah provinsi berupaya mewujudkan masyarakat cerdas dalam politik, salah satunya melalui pendidikan politik.

“Kami ingin masyarakat menjadi subjek kritis dalam menentukan pilihan politik,” katanya.

Selain itu, masyarakat diharapkan menjadi pendorong pendewasaan politik untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, sehingga tidak hanya menjadi objek dalam pesta demokrasi.

Untuk itu pelaksanaan pendidikan politik menjadi upaya pemprov bersama pemkab dalam meningkatkan peran masyarakat dalam demokrasi menyongsong pemilu serentak pada 2024 mendatang.

“Hal itu merupakan implementasi semangat nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Herson memaparkan, pemerintah memiliki kewajiban dalam pembinaan politik di daerah, sehingga diharapkan masyarakat berpartisipasi menciptakan kondisi politik yang lebih baik.

Pemilu menjadi satu di antara pilar demokrasi dan metode dalam penggantian elit politik, meliputi pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah, hingga pemilihan kepala daerah.

Sebelumnya, anggota Bawaslu RI Herwyn J.H. Malonda mengatakan, pihaknya Bawaslu akan  melakukan penguatan dan menyebarkan informasi pendidikan politik bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Pendidikan politik sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai masyarakat bernegara, agar kita semua bisa mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban kita dalam menghadapi setiap tahapan pemilu,” kata Herwyn.

Nantinya, kata Herwyn, melalui penguatan tersebut, diharapkan masyarakat ikut memberikan inovasi yang efektif dan inovatif untuk dapat diterapkan Bawaslu dalam pengawasan pemilu.(imanuel)

44 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *