BUMN Sektor Perkebunan Mulai Gunakan Kendaraan Listrik Untuk Operasionalnya

lensaperistiwa.com – JAKARTA

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan PT Perkebunan Nusantara V, mulai menggunakan kendaraan listrik berupa enam unit sepeda motor listrik, sebagai bagian dari kendaraan operasionalnya pada awal 2023  

“Alhamdulillah. Itu adalah bentuk nyata kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik.,” kata Chief Executive Officer (CEO) PTPN V, Jatmiko Santosa dalam keterangannya pada Senin (2/1/2023)

CEO PTPN V yang dinobatkan sebagai Top 100 CEO 2022 tersebut mengatakan, enam kendaraan mulai difungsikan sebagai kendaraan operasional di Kantor Direksi PTPN V, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 

Dengan dimulainya penggunaan enam sepeda motor listrik ini, PTPN V menjadi anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero pertama yang memanfaatkan kendaraan non emisi tersebut. 

“Kehadiran enam sepeda motor buatan anak bangsa ini juga merupakan langkah awal kami dalam memanfaatkan kendaraan listrik lebih luas di PTPN V,” kata Jatmiko.

Menurut CEO PTPN V, pemanfaatan kendaraan listrik sebagai bagian dari kendaraan operasional itu selaras dengan arahan Holding Perkebunan Nusantara III Persero. 

Pemanfaatan kendaraan listrik tersebut dinilai sejalan dengan program dekarbonisasi yang masif dilakukan perusahaan sejak 2019 silam.

“Diantaranya adalah upaya menekan emisi gas rumah kaca melalui pembangunan instalasi pembangkit tenaga biogas yang kini terpasang dan beroperasi di lima pabrik kelapa sawit PTPN V,” tutur dia.

Upaya ini, kata dia, menjadikan PTPN V sebagai perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang mengelola pembangkit biogas se lingkungan Holding Perkebunan Nusantara dengan memanfaatkan gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).

“Sejatinya langkah yang kita tempuh ini sejalan dengan program strategis nasional (PSN) tentang dekarbonisasi PTPN Grup serta selaras dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan dekarbonisasi menuju Indonesia Net Zero Emissions pada 2060 mendatang,” jelas dia. 

Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi, seperti dengan gencar mengembangkan ekosistem Electric Vehicle (EV) atau kendaraan listrik dan memaksimalkan energi baru terbarukan

“Kita berusaha menyelaraskan semua kebijakan yang telah ditempuh dalam tiga tahun terakhir dalam upaya mendukung percepatan transisi energi,” pungkas Jatmiko.

43 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *