Kosumsi Narkoba, Anggota DPRD Malteng dan Tiga Rekannya di Tetapkan Tersangka

Lensaperistiwa.com – Ambon

Anggota DPRD Maluku Tengah (Malteng) Syafia Boeng di tetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Maluku Tengah. Ia di tetapkan tersangka lantaran mengosumsi obat terlarang (sabu)

Kapolresta Maluku Tengah Malteng AKBP Dakx Emanuele Manuputy saat memberikan keterangan Pers di Masohi Selasa, (06/12/2022).

Mengatakan “dari hasil penyelidikan yang di lakukan oleh Polresta Maluku Tengah (Malteng) pada 25 November 2022 lalu, tersangka, Syafia Boeng tidak sendiri ia bersama dengan tiga rekanya yaitu, Ally Taher Paty (48) Rahmat Lataraisa (50) dan Deden Saputra (24).”

Sayfia Boeng (35) dan ke tiga rekanya di ciduk di salah satu rumah milik rekanya di Jalan Talang Kelurahan Namaelo Kota Masohi Maluku Tengah (Malteng).

“Proses Penangkapan terhadap ke empat tersangka lantaran mendapatkan informasi dari warga.”
Ada beberapa barang bukti yang kami dapatkan saat pengerbekan itu antaralain, satu paket alat isap Narkotika dan sabu ungkap Kapolresta.

Dari ke empat tersangka yang sudah di tetapkan masing-masing perperan untuk memperlancar perencaaanannya. Tersangka Syafia Boeng (35) yang adalah Anggota DPRD Maluku Tengah berperan sebagai, pemesan paket barang haram itu.

Sedangkan, Ally Taher Paty (48) berperan sebagai perantara dan juga pengguna. Rahmat Lataraisa dan Deden Saputra berperan sebagai, pengguna.

Dari hasil pengembangan yang di lakukan oleh Satreskrim Polresta Maluku Tengah (Malteng) setelah penangkapan ke empat tersangka satu lagi tersangka Taher Marasabessy (42) ia merupakan bandar yang telah menyiapkan barang haram itu.

Ke empat tersangka di sangkahkan dengan hukum yang berbeda antara lain,
Tersangka Syafia Boeng Politis(35) Partai Demokrat itu, melekaukan tindak pidana dengan mengusumsi Narkotika di jerat dengan melanggar pasal primer, 112 ayat (1) supsider 132 ayat (1) lebih supsider 127 ayat (1) huruf A UU No 35 tahun 2009 tentang, Narkotika pasal 55 ayat (1) KUHP Pidana.

Tersangka Rahmat Lataraisa(50) dan tersangka Deden Saputra(24) di sangkahkan dengan pasal 127 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 55 ayat (1) KUHP pidana.

Tersangka Ally Taher Paty (48) ia, di sangkahkan sebagai perantara serta pengguna dengan pasal, 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, jo Pasal 55 ayat (1) KUHP pidana.

Tersangka Taher Marasabessy (42) sebagai bandar di sangkahkan dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman masing-masing tersangka di atas 5 tahun kurungan badan.

Edy Mehlidan/Waryata

200 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *