Menpora Berharap Kowani Miliki Berperan Besar Jaga Kebhinekaan NKRI

“Kowani yang anggotanya sekitar 90 jutaan perempuan Indonesia, saya menaruh harapan besar untuk bisa menjaga persatuan bangsa ini. Sebab, jika Kowani sebagai ibu bangsa ini terpecah maka akan berpengaruh terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Menpora Amali saat membuka Webinar Kowani secara daring dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022). 

Bangsa Indonesia akan segera memasuki tahun politik yang akan membuat perbedaan-perbedaan khususnya perbedaan pilihan. Menpora pun berharap Kowani nantinya menjadi jembatan untuk bisa mempersatukan berbagai perbedaan. 

“Saya minta kepada Kowani untuk memberikan pembelajaran-pembelajaran, informasi-informasi yag positif yang membangkitkan rasa optimisme dikalangan perempuan Indonesia. Sebab, jika perpecahan itu terjadi maka akan sulit kita membangun bangsa ini,” tegas Menpora Amali.

Cita-cita bangsa Indonesia adalah di 2045 atau tepatnya pada saat 100 tahun Indonesia Merdeka, akan menjadi negara yang maju di segala bidang kehidupan. “Peran Kowani sangat diharapkan,” tegas Menpora Amali. 

Pada kesempatan tersebut, Menpora mengatakan jika banyak negara hingga saat ini masih berjuang keras mengatasi dampak yang ditimbulkan dari virus COVID-19, khususnya dampak bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kondisi saat ini dan tahun depan seperti yang sudah digambarkan para ahli ekonomi tidaklah mudah, situasi global yang kita hadapi juga sangat berpengaruh,” urainya.

Ada makna yang sangat dalam dari peran perempuan Indonesia dalam membangun bangsa. Jangan pernah merasa aman-aman saja. Menpora Amali selalu menyampaikan kewaspadaan kepada semua khususnya generasi muda dan perempuan Indonesia. Karena bangsa rentan untuk bisa pecah.

“Banyak contoh di dunia ini ada negara yang hanya terdiri dari beberapa suku saja bahkan mungkin agamanya ada 2 atau 3 tetapi tidak pernah berhenti berperang. Yang daratannya hanya 1 toh tidak bisa juga menyatu, apalagi jika dibandingkan dengan kita yang dengan latar belakang yang luar biasa banyaknya,” urainya.

“Ribuan pulau, agamanya banyak, bahasanya banyak, sukunya banyak, rasnya banyak dan ini sangat rentan. Untuk itu kita tidak boleh lelah untuk merawat kebinekaan itu untuk menjaga eksistensi NKRI. Contoh lagi, siapa yang menyangka Uni Soviet yang saat itu menjadi satu kekuatan besar sebagai pimpinan negara blok timur bisa terpecah menjadi Rusia dan beberapa negara lainnya dan saat berperang diantara bekas Uni Soviet,” katanya. 

“Kemudian, Yugoslavia yang ketika itu adalah salah satu kekuatan militer yang kuat dan sangat diperhitungkan tetapi juga terpecah menjadi negara-negara saat ini. Perpecahan itu mungkin terjadi di negara kita jika kita tidak lagi mau merawat kesatuan di antara kita, tidak menjaga latar belakang kebinekaan kita. Banyak hal yang bisa memecah belah seperti ujaran kebencian, kalimat-kalimat provokasi,” papar Menpora Amali.

Apa yang dilakukan hari ini, Menpora Amali berharap, akan bermanfaat dan akan memberikan rekomendasi-rekomendasi penting untuk pemerintah sebagai dasar untuk membuat kebijakan-kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan eksistensi perempuan Indonesia.

“Kongres perempuan waktu itu juga diilhami oleh Sumpah Pemuda. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi perempuan Indonesia untuk menjaga dan senantiasa menyebarkan semangat sumpah pemuda itu di berbagai kalangan khususnya di kalangan perempuan,”

67 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *