Aktifitas Mobil Trontong Tak lewat Jam Operasional Komisi lll DPRD Kota Ambon Angkat Bicara

Lensaperistiwa.com – Ambon

Tak normal aktifitas lalulintas terdesak akibat aktifitifitas mobil trontong yang lulang-laling di dalam Kota, membuat Komisi lll DPRD Kota Ambon Muritz Tamaela angkat bicara kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Rabu, (28/09/2022).

Dirinya menjelaskan, maraknya aktifitas mobil trontong yang mengakibatkan ketidak normalnya aktifitas lalulintas maka, Hal ini tentu sangat menggangu seluruh masyarakat Kota Ambon yang notabennya adalah pengendar roda dua maupaun roda empat. kami, Komi lll DPRD Kota Ambon mengharapkan kepada dinas perhubungan Kota Ambon dan pihak kepolisian Polda Maluku dalam hal ini, Direktorat Lalulintas Polda Maluku serta, Satlantas P Ambon dan P P Lease agar dapat melihat secara serius tentang aktifitas mobil trontong ini.

Seharusnya seluruh aktifitas mobil trontong yang melakukan aktifitas di luar jam apersional agar tidak menggangu kenderan yang lain, belum juga di tambah mobil truk pelabuhan yang melakukan aktifitas pada siang hari ini, sangat mengganggu unkap Muritz.

Kami, Komisi lll DPRD Kota Ambon tentu kami butuh, penerapan aturan yang serius dari Polda Maluku sebagai pihak eksekutor untuk penerapan sangsi tilang bagi pengendara yang melewati aturan dimaksud yakni, Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang aktivitas angkutan jalan raya.

Sehingga, ketentuan dari pada alat berat atau mobil trontong dan juga aktivitas mobil trek pelabuhan ini bisa di Kordinir tuturnya.

Dirinya menambahkan, sudah diatur dalam ketentuan perda diatas pukul 22.00 WIT selesai jam operasional sehingga, tidak menggangu aktifitas pengenada roda dua maupun roda empat.

Hal ini, masyarakat merasa bahkan terganggu akan aktifitas mobil trontong “saya sendiri sering melihat kondisi-kondisi yang melanggar itu, dan ini sangat berbahaya, tentu ini, dapat menyebabkan kecelakaan seperti sebelumnya di Batu merah, desa Halong dan tempat lainya”

Oleh karena itu pengendara motor trontong sangat menguntungkan perusahaan Meraka tanpa berpikir untuk itu, kami Komisi lll DPRD Kota Ambon meminta kepada dinas terkait dalam hal ini, Kepolisian Polda Maluku Dan Dinas Perhubungan Kota Ambon( Disub) untuk dapat melakukan evaluasi terhadap aktifitas mobil trontong.

Hal ini, berkaitan dengan Perda tersebut tidak mempunyai kekuatan eksekusi sangat, disayangkan jika pihak Kepolisian sebagai pihak menegakan aturan malah melakukan pengawalan di bawah jam 22.00 WIT tentu ini sesuai fakta.

Kami, Komisi lll DPRD Kota Ambon tidak menyoroti pihak institusi akan tetapi, ini berlaku untuk oknum yang harus dilihat oleh pimpinan yang empunya kewenangan sehingga publik juga mengetahuinya ungkapnya.

“Kalau Meraka tidak mau melakukan itu, siapa yang mau melakukan, dan masyarakat tempatnya dimana.” katanya kesal.

Edy Mehlidan/Waryata

117 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *