DPR Tidak Ada Larangan Azan dalam SE Menag tentang Pengeras Suara

lensaperistiwa.com – jakarta

Ketua Komisi VIII Bidang Keagamaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Yandri Susanto, menegaskan tidak ada sama sekali larangan Azan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik, Jumat (4/3/2022) Yandri menjelaskan SE Menag Nomor 05 Tahun 2022 mempunyai maksud dan tujuan baik.

Namun, persepsi masyarakat terhadap SE tersebut masih sering keliru karena dianggap melarang Azan berkumandang.

“SE itu hanya mengatur tentang suara Azan agar lebih tertib, tidak ada sama sekali melarang Azan. Jadi masyarakat agar lebih bijak mencerna informasi tersebut,” jelas Yandri. 

Legislator dapil Banten II itu menyatakan, terkait masih adanya kontroversi di tengah masyarakat, Yandri meminta agar jajaran Kemenag mampu menjelaskan secara persuasif kepada masyarakat.

“Pro kontra itu hal biasa, namun mohon kiranya disampaikan dengan cara yang santun dan bijaksana,” kata Yandri. 

Disesuaikan Kondisi Daerah

Meski mendapatkan tanggapan pro kontra dari berbagai kalangan masyarakat belakangan ini, menurut Yandri, masukan-masukan positif sebaiknya tetap diakomodir.

Yandri Susanto pun meminta penerapan SE tersebut disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menuturkan, keberadaan masjid dan musala setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. Maka dari itu, dia meminta ada klausul tambahan dalam SE Menag Nomor 05 Tahun 2022 tersebut agar dapat menyesuaikan wilayah masing-masing.

“Mungkin di Pulau Jawa, jarak antara masjid atau musala satu dengan lain perlu diatur karena berdekatan. Tapi jika di tempat lain yang lokasi masjid berjauhan, perlu disesuaikan,

#Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

164 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *