Semua Penonton MotoGP Mandalika Diminta Manfaatkan Kendaraan Umum

lensaperistiwa.com – mandalika

Pemerintah dalam hal ini  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kepolisian akan mengatur rekayasa lalu lintas (lalin) menjelang gelaran MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022 mendatang.

Guna memperlancar arus lalin baik disekitar kawasan Mandalika maupun disekitar lokasi kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), para penonton diminta menggunakan angkutan umum yang telah disediakan.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengemukakan guna memperlancar arus lalin saat perhelatan MotoGP Mandalika nanti, Pemerintah akan mengoptimalisasi penggunaan angkutan umum. Angkutan umum akan menjadi penopang transportasi dari simpul transportasi di kota Mataram ke kawasan Mandalika.

“Pemerintah support secara kuantitas dan manajemennya kita atur shifting penonton terutama untuk menggunakan angkutan umum di dalam lokasi gelaran MotoGP,” ucapnya dalam konferensi pers, penyelenggaraan MotoGP Mandalika, secara daring Selasa (1/3/2022).

Penggunaan transportasi umum itu, akan berada dari Pelabuhan Gilimas, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Kayangan, Pusat Kota Mataram (ex bandara Selaparang) dan BIZAM. Secara keseluruhan akan disediakan sebanyak 278 unit bus bantuan Kemenhub dengan rincian, 27 unit bus besar, 70 unit bus sedang, dan 181 unit bus kecil.

Selain itu, Kemenhub juga menyediakan bus shuttle yang melayani 7 rute di dalam Kawasan Mandalika dari Parkir Barat dan Parkir Timur menuju Gate 1, Gate 2 dan Gate 3 Sirkuit Mandalika, serta mendorong pengoptimalan angkutan umum yang ada di Lombok, NTB. “Sebanyak 184 bus ukuran sedang untuk mengangkut kembali dari beberapa simpul ke lokasi sekitar kawasan Mandalika, Jadi ada dua yang kita siapkan, angkutan antar moda, dan ada shuttle,” jelasnya.

Dirjen Budi menegaskan, pihaknya akan memberlakukan pembatasan kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua ke dalam kawasan Mandalika, serta penyediaan lahan parkir di luar kawasan gelaran MotoGP.

Menurut Dirjen Budi, dengan pembatasan kendaraan pribadi dan sepeda motor menuju kawasan Mandalika, akan terjadi harmoni, dengan meninggalkan kendaraan pribadi pada lahan parkir yang telah disiapkan, sehingga kemacetan bisa dikurangi.

“Bulan ini kita akan melakukan rekayasa lalu lintasnya, dan bulan besok dilakukan simulasinya disana. Kemenhub dan Kepolisian meyakinkan selama kegiatan, terutama pada kawasan Mandalika dan lokasi di sekitar Kota Mataram tidak terjadi hambatan-hambatan terkait kelancaran lalin,” katanya.

Lebih lanjut Dirjen Budi mengungkapkan, semua persiapan tersebut telah dilakukan Kemenhub sejak 2019. Adapun Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menggelontorkan Rp21,2 miliar untuk penyediaan bus gratis hingga kelengkapan pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan disekitar kawasan Mandalika.

“Untuk penyediaan bus dialokasikan anggaran sebesar Rp5,4 miliar. Kemudian untuk anggaran bagi bus antarmoda sebesar RP8,8 miliar, dan untuk pembangunan halte sebesar Rp1,5 miliar, serta penerangan jalan umum sebesar Rp5,4 miliar

111 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *