Polisi Bongkar Sindikat Pupuk Bersubsidi Di Indramayu

lensaperistiwa.com – Indramayu

Kegaduhan di kalangan masyarakat Petani terkait harga pupuk bersubsidi yang dijual melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh para oknum dibeberapa kios pupuk di Kab, Indramayu Jawa Barat.

Menuai prioritas Polisi di Satuan Reskrim Polres Indramayu untuk membongkar sindikat mafia penyalahgunaan pendistribusian pupuk subsidi.

Tak ayal Polisi pun berhasil menangkap para sindikat mafia pupuk bersubsidi sebanyak 10 orang dan mengamankan 100 ton pupuk bersubsidi jenis Urea.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif dalam konfrensi pers, Rabu (16/02/2022)

Dalam pernyataanya, sebanyak 10 orang ditangkap, diantaranya KNT warga Kedokanbunder, Kab. Indramayu, YN, warga Ciasem Kab. Subang, RK, Ciasem Kab. Subang, MAA, Batujaya Kab. Karawang, AM, Patokbesi Kab. Subang, JY, AT, AR, RS, CS (5 orang) semuanya dari Ciasem Kab. Subang

.” Dari 10 orang itu, ada 1 orang lagi dalam proses pengejaran.” Tuturnya

Selain 10 Orang, Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit Mobil truk Mitsubishi Colt Diesel Nopol B 9258 KPA berikut kunci kontak dan STNK.

Dan 200 (duaratus) zak pupuk jenis urea bersubsidi, 4(Empat) Unit HP berbagai merk, 2(dua) lembar nota penjualan CV. ZAYYANAH TANI SUBUR, 1 (Satu) bendel Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) pupuk bersubsidi serta Legalitas Kios Lancar Abadi.

Sedangkan menurut Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif, dalam melancarkan aksinya, para Pelaku melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi Pemerintah dengan cara membawa pupuk jenis urea dari kios pupuk Lancar Abadi milik MAA yang berada di Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

Mereka membawa 10 ton atau 200 zak 50 Kg dengan menggunakan 1 (satu) unit kendaraan Mitsubishi Colt Diesel untuk dijual di wilayah Indramayu dengan harga diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) dan dalam melakukan kegiatan pengiriman pupuk tersebut para pelaku tidak memiliki dokumen yang syah.

Kapolres juga menjelaskan untuk alur pesanan ATG memesan pupuk Urea kepada KNT dengan harga Rp 350.000,- /Kwintal, KNT selanjutnya memesan kepada YN dengan harga Rp. 331.000,- /Kw, dan YN membeli kepada MAA dengan harga Rp. 260.000,- /Kw, MAA membeli kepada distributor resmi CV. ZAYYANAH TANI SUBUR Cikampek Rp. 218.000,- /Kw. Untuk Harga Eceran Tertinggi sendiri Rp. 225.000,- /Kw.

Untuk Pasal yang dilanggar Pasal 6 ayat 1 huruf (b) Jo Pasal 1 Sub 3e Undang – undang RI No. 7 tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 21 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (2) Permendag RI No.15/m-dag/per/4/2013/ tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sector Pertanian Jo Pasal 2 ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden RI No. 15 tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden RI No. 77 tahun 2005 tentang Penetapan pupuk Bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan. Ancaman hukuman Pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun.(bd)

993 views

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *