lensaperistiwa.com – Megangsakti

Menurut beberapa sumber yang ditemui Media, kelangkaan gas elpiji 3 kg didaerah Megangsakti sudah terjadi sebulan terakhir. Hal ini membuat warga resah mengingat ini satu kebutuhan penting bagi para Ibu-ibu juga para pedagang – pedagang kecil yang ada.

Tidak sampai disitu Warga juga mengeluhkan adanya oknum beberapa Pangkalan Gas yang pilih kasih. Yang banyak mengutamakan rombongan pembeli yang memakai mobil pengangkut yang jauh dari pangkalan bahkan pembeli dari luar wilayah Kecamatan Megangsakti sendiri. Sementara warga sekitar pangkalan justru tidak mendapatkan. Warga menambahkan bahwa ditingkat pengecer saat ini rata-rata menjual dengan harga Rp 30.000/ tabung.

Salah satu warga inisial (N) tidak mau disebut namanya mengatakan, adakalanya Pihak pangkalan kadang malah meminta KTP padahal Dia Warga sekitar pangkalan tersebut. Dan gas yang Dia butuhkan cuma 2 tabung untuk keperluan usahanya membuat roti.

Dari pantauan Wartawan dilapangan sebuah warung yang juga pengecer didekat pangkalan yang jaraknya cuma 50 meter juga tidak mendapatkan gas untuk Dia jual kembali untuk daerah sekitar warungnya.
“Kita yang didekat pangkalan kita tidak dapat, eh malah dijual ke pembeli yang pakai mobil- mobil yang dari luar. Kita harapkan supaya Bupati sidak langsung kelapangan menindak para pangkalan nakal bila perlu dicabut izinnya,” Katanya dengan kesal sambil menatap kearah pangkalan yang sedang memuat tabung berisi gas ke mobil- mobil pembeli yang sudah berjejer menunggu antrian.

Tidak berlangsung lama sekitar cuma satu jam kemudian terlihat mobil truk pengangkut selesai bongkar. Dan tidak menunggu waktu lama gas habis dimuat ke mobil- mobil kecil sepertinya sudah ada jatah masing-masing disiapkan. Terlihat beberapa warga yang membutuhkan satu dan dua tabung yang pakai motor terpaksa pulang dengan hampa.(Tim)

Share and Enjoy !

Shares

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *