Beredar Beras “Palsu” Bantuan Warga Miskin, Program BPNT Di Indramayu

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

lensaperistiwa.com Indramayu, 

Puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Bangodua mengeluhkan bantuan beras yang mereka terima. Pasalnya, beras yang seharusnya berkualitas baik tetapi justru diterima sebaliknya. Mereka menerima beras medium, padahal dalam kemasan tertera beras “Premium”.

Ikhwal ditemukannya beras “Palsu” (beda kemasan, beda isi) terungkap saat puluhan warga mengantre bantuan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) melalui e-Warung. Selain beras, mereka juga menerima telur, daging ayam dan buah-buahan. Hanya saja, giliran menerima beras kemasan 10 kg mereka terkejut lantaran isinya tak sesuai.

Pada kemasan tertulis beras “Premium” Cap Mangga produksi Perseroda BWI (salah satu perusahaan milik pemerintah daerah Indramayu). “Begitu kami buka, kualitasnya buruk, sama seperti raskin. Tapi tidak apa-apa lah, daripada tidak dapat bagian. Lumayan buat kondangan,” tutur warga.

Buruknya kualitas beras Cap Mangga produksi BWI juga diamini oleh pendamping program BPNT. Ia menyatakan, beras yang diterima masyarakat saat ini diakui sangat buruk. Untuk itu ia akan melakukan koordinasi dengan para pihak agar tidak lagi menerima beras Cap Mangga produksi BWI. “Iya benar, saya akui berasnya jelek. Kami pastikan, bantuan berikutnya tidak akan ambil dari BWI,” tukas pendamping program BPNT yang minta agar namanya tak disebutkan.

Sekadar informasi, pemerintah menetapkan beras yang disalurkan pada program bantuan harus masuk dalam kelompok “premium”. Beras kualitas itu dipatok pada harga eceran tertinggi (HET) Rp. 9.600 / kg. Sedangkan untuk beras medium dipatok pada HET Rp. 8.600/kg. (bd)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Avatar
Author: lensaperistiwa

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *