DI DUGA KELALAIAN PETUGAS TAMBANG MENYEBABKAN JEBOLNYA TANGGUL DAN MENIMBULKAN KORBAN

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Lensaperistiwa.com Tanjung Enim (6/10/ 2020 )

Pada tanggal 01 Oktober 2020 pukul 05.30 wib terjadi accident(kecelakaan tambang) di tambang air laya iup PT Bukit Asam Persero, di duga kelalaian Petugas tambang yang menyebabkan tanggul jebol, akibat accident tersebut 4 operator PT PAMA (sub kontraktor PT. Bukit Asam) menjadi korban. Dari 4 orang tersebut satu belum ditemukan yang bernama Federik Hansen Sagala, dan 3 orang berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Disamping 4 operator PAMA yang menjadi korban juga Alat berat juga ikut jadi korban yaitu 2 unit Excavator PC 400, 1 unit Excavator PC 850 serta 1 unit Dozer 375.

Sebelum penambangan yang dilakukan oleh PT. Pama Persada Nusantara, dilokasi tersebut pernah di tinjau oleh PT. SBS pada tahun 2015, menurut pengakuan ex karyawan PT. SBS yang berinisial S di bagian engenering, mengecek lokasi tersebut untuk melakukan pertambangan, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan PT. SBS tidak sanggup melakukan penambangan di lokasi tersebut karena resiko tinggi.

Saat ini terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dimana terjadi peristiwa jebolnya tanggul di lokasi penambangan, peristiwa ini tidak mengejutkan bagi ex karyawan PT. SBS yang berinisial S, karena hal tersebut sudah diprediksi oleh beliau, sementara itu menurut ex karyawan PT. Pama Persada Nusantara yaitu Bapak AH mengatakan sangat mengheranakan PT. Pama Persada Nusantara menggunakan Excavator PC400 biasanya PC 400 sub kontraktor Pama Persada Nusantara,

Karyawan Pama Persada Nusantara biasanya menggunakan Excavator PC750 keatas.
Sesuai dengan Standar Operasional biasanya terdapat Alat Pengukur Pergerakan Tanah di lokasi Tambang bawah tanah, apakah alat tersebut tidak berfungsi dengan baik? atau Group Leader (GL) tidak berfungsi? Sehingga pergerakan tanah tersebut tidak ada yang mengetahui.

Menurut Ketua Ormas DPC Generasi Penggerak Anak Bangsa(GPAB) Kabupaten Muara Enim kepada media UJANG TONI sangat disayangkan peristiwa ini terjadi yang menyebabkan ada korban bahkan sampai sekarang karyawan yang bernama Federik Hansen Sagala belum ketemu, yang sangat menyedihkan saat kejadian terjadi Tambang Air Laya masih buka,

dan baru di liburkan tanggal 03 Oktober 2020, sesuai dengan surat General Manajer PTE Bapak Biverli Binanga dengan Nomor Surat : T/283/251000/PR.01.04/X/2020, perihal : Pemberhentian Sementara Operasi Produksi di UPTE. Kenapa kurang ada empaty dari pihak PT. Bukit Asam, harusnya pada saat itu juga kegiatan produksi dihentikan dan fokus terhadap pencarian korban.

Masih menurut Ujang Toni, Generasi Penggerak Anak Bangsa Kab. Muara Enim akan menyurati PT. Bukit Asam dan PT. Pama Persada Nusantara perihal masalah tersebut, dan kita juga akan mempertanyakan ke pihak kementrian LHK Dinas Lingkungan Hidup, Pihak Kepolisian, Pihak Tenaga Kerja, Dan Pihak-pihak terkait lainya

Sementara dari Pihak PT. Bukit Asam melalui Humasnya Bapak Iko Gusman mengatakan Dengan sangat prihatin disampaikan bahwa terjadi longsor di Tambang Air Laya Barat pada Kamis 1 Oktober 2020 sekitar jam 05.15 Wib yang mengakibatkan tertimbunnya alat berat operasional tambang.
Sesuai prosedur kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang.

Saat ini tim fokus melakukan evakuasi terhadap satu orang operator alat berat dan perusahaan akan melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan kejadian ini termasuk kepada korban.
Sementara itu dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim Ir. KURMIN, M.Si mengatakan untuk longsor di TAL PTBA kewenangannya ada di Inspektur Tambang,
kita juga menunggu hasil investigasi Inspektur Tambang.

Dari Pihak PT. Pama Persada Nusantara setelah di klarifikasi melalui wa dari kemarin sampai saat ini belum ada jawaban.
Sumber : Ormas GPAB / wid/ Viin.R

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Avatar
Author: lensaperistiwa

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *