Orangtua Murid Resah, SMAN 1 Cikampek Tagih Iuran Peserta Didik Baru

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Lensaperistiwa.com Karawang

Berawal dari surat Nomor : 000/004/Kom.20 – 14 Agustus 2020 surat pemberitahuan hasil sosialisasi program sekolah dan hasil musyawarah komite sekolah kepada orangtua murid kelas X SMA Negeri 1 Cikampek kabupaten Karawang, terutama point 5 terkait disepakatinya sumbangan pembangunan infrastruktur sekolah yang ditetapkan jumlah nominalnya. Hingga saat ini beredar penagihan pembayaran Iuran Peserta Didik Baru (IPDB) kepada orangtua murid lewat Whatsaap grup kelas yang disampaikan guru wali kelas. Sehingga membuat keresahan bagi orang tua murid.

Menurut orangtua murid kelas X yang berinisial SR, program kepala sekolah dalam hal sarana dan prasarana sekolah yang ditawarkan kepada komite dan orangtua murid untuk menunjang kemajuan dan peningkatan mutu dan akademik terlalu dipaksakan ditengah pandemi covid 19 ini.

“Jangan memaksakan kehendak dong, untuk mewujudkan program sekolah meminta sumbangam ditetapkan nominalnya Rp. 4 juta dengan dicicil selama 6 bulan. Sepertinya orangtua murid punya hutang saja, seharus disesuaikan kemampuan orangtua murid,”tandasnya, Minggu (6/9/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dirinya bukan tidak mendukung program kepala sekolah. Namun pihak kepala sekolah dan komite harus mempersiapkan terlebih dahulu manajemen perencanaan yang matang dan pertimbangan yang bijak.

“Ini mah ditanya pengauditannya berapa bulan sekali, jawabnya belum ditentukan. Ini kan salah satu bukti program yang tidak didukung manajemen yang baik,”katanya.

Ia menambahan, berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu media online terkait Panitia Pembangun Sekolah, pihak kepala sekolah dan komite sekolah saling melempar tanggung jawab.” Jadi siapa yang bertanggung jawab dalam pembangunan sekolah ini,”tegasnya.

Terkait surat pemberitahuan hasil musyawarah komite sekolah yang disepakati tersebut, orangtua murid yang lainnya berinisial I & O menyampaikan, hal tersebut merupakan kesepakatan sepihak dari komite sekolah.

” Pada saat itu dalam rapat, kami beserta orangtua murid lainnya tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi PDI-Perjuangan Deden Darmansyah melalui pesan whatsaap mengatakan, merasa pusing memperhatikan dunia pendidikan STLA Negeri. Menurutnya, bapak Gubernur Jawa Barat satu sisi dengan menambahkan subsidi bulanan berharap SLTA Negeri gratis tapi di sisi lain awal masuk SLTA dibebankan cukup tinggi.

Sementara, salah satu kepala sekolah SD Negeri Cikampek yang berinisial S melalui pesan whatsaap berharap, dengan PP No. 48 orangtua murid dapat berkontribusi dalam melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Namun transparansi dan keringanan untuk wong cilik perlu disikapi. (Uci/Denan)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *