Ancam Rampas Motor dan Bunuh Nasabah, Debt Kolektor BFI Finance Tambun Bertindak Arogan dan Rasis

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
135

Lensaperistiwa.com – Kab Bekasi

Dimasa pandemic Covid-19 saat ini, dimana pemerintah berupaya melonggar pembayaran cicilan kredit motor dengan berbagai kebijakan diantaranya bantuan pembayaran bunga serta melarang Debt Colektor melakukan penarikan unit kendaraan, masih banyak perusahaan leasing berkedok pinjaman  Multiguna yang melakukan tindakakan kekerasan saat malakukan penagihan.

Salah satunya adalah perusahaan pembiayaan BFI Finance Tbk cabang Tambun dengan mengirimkan Debt Colektor yang arogan dan Rasis, bahkan selain mengancam akan merampas motor dijalanan, Debt Colektor Rasis tersebut juga mengancam akan melakukan pembunuhan terhadap nasabah dengan membawa – bawa nama salah satu kelompok masayarakat yang ada di Bekasi.

“Saya orang Gabus, saya akan bunuh kamu, awas ya, saya mau panggil teman – teman saya,” ancam sang Debt Colektor sambil berupaya menghubungi teman – temannya melalui telepon genggamnya, saat melakukan tagihan di daerah Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis  (13/08/20) lalu.

Namun karena teman yang ditunggu tak kunjung datang, sang Debt Colektor arogan dan rasis tersebut akhirnya meninggalkan lokasi, seraya mengancam akan kembali lagi dengan teman – temannya.

Sementara itu, seseorang bernama Agam, yang mengaku sebagai pimpinan Deb Colektor BFI Finance Tambun lainnya  melalui Wa di Nomor : 0857 1712 XXXX, kembali mengancam akan melakukan perampasan sepeda motor di jalan jika John tidak melakukan pembayaran paling lambat tgl 24 Agustus 2020.

Kepada lensaperistiwa.com, nasabah yang bernama John menceriterakan bahwa memang saat ini dirinya sedang  mengalami kesulitan keuangan  yang mengakibatkan pembayaran cicilannya menunggak dua bulan yakni Rp.725.000,- X 2 =Rp.1.450.000,- dari pinjaman sebesar Rp.8.000.000,- dengan jangka waktu 18 kali pembayaran.

Namun menurut John, pinjaman sebesar Rp.8.000.000,- tersebut bukan murni merupakan pinjamannya melainkan ada selisih pembayaran sebesar Rp. 675.500,- X 6 = Rp.4.053.000,- yang timbul akibat adanya perubahan kontrak yang diduga dilakukan oleh pihak managemen BFI Finance pada kontrak sebelumnya bernomor : 5131902128 dengan jangka waktu pembayaran selama 12 bulan, namun saat akan dilakukan pembayaran cicilan pertama di Indomaret, nomor kontrak sebagaimana dimaksud tidak terdaftar sehingga tidak dapat dilakukan pembayaran.

Kerana tidak dapat melakukan pembayaran di Indomaret dan jasa pembayaran online lainnya, akhirnya John memutuskan untuk melakukan pembayaran secara langsung melalui Kasir di Kantor Cabang BFI yang ada di Kalimalang.  Ketika itu kasir di kantor BFI cabang Bekasi tersebut menyatakan bahwa nomor kontraknya salah, lalu diganti dengan nomor kontrak yang baru nomor : 5131902309 tanpa memberikan penjelasan mengapa nomor kontrak tersebut beruba.

Permasalahan timbul pada saat John akan melakukan pelunasanan sekaligus bermaksud untuk mengajukan pinjaman baru dengan nominal yang ditingkatkan pada kantor BFI cabang Bekasi pada tanggal 02 Maret 2020, pihak  costumer service menyatakan bahwa pinjaman John masih ada 7 kali angsuran lagi, karena angsuran yang masuk baru 11 dari 18 kali angsuran, tutur John.

Masih menurut John, meski dirinya melakukan konplain dan keberatan terkait perubahan nomor kontrak dan penambahan jangka waktu pembayaran cicilan dari 12 kali anggsuran menjadi 18 kali, pihak BFI sepertinya enggan menanggapinya.  Selain itu, dari copy dokumen kontrak yang diterimanya, John menemukan adanya dugaan pemalsuan tandatangan serta perubahan jumlah pinjaman dari Rp.6.000.000,- menjadi Rp.7.500.000,-, agar kontrak tidak putus, saat itu John tetap memperpanjang kontraknya dengan besar pijaman Rp.8.000.000,-, terang John.

Sebagai itikad baik selaku nasabah, meski dalam kesulitan John telah berupaya melakukan pembayaran sebanyak dua kali cicilan, namun pihak BFI sepertinya tidak bersedia untuk menyelesaikan laporan perubahan kontrak dan penambahan waktu pembayaran serta adanya dugaan pemalsuan tandatangan yang dilaporkannya tersebut.

Bahkan pihak BFI Finance berupaya melakukan intimidasi dan ancaman kepada John agar John mau membayar cicilannya, ketika John mempertanyakan tindaklanjut laporannya, para debt colektor yang dikirimkan tidak bersedia menggapai. @ tim

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
135

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *