Warga Negara Pakistan Buka Usaha di Rantauprapat

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

lensaperistiwa.com Labuhanbatu

Perdagangan bebas, memang memberi arti peningkatan perekonomian. Akan tetapi siapapun harus tunduk pada ketentun di Negara yang dimasukinya, tidak main akal-akalan. Mahmood Naser, warga Negara Pakistan, yang membuka usaha Eskport Lidi Kelapa Sawit di Bilangan Lingkungan Pemancar Kelurahan Siringo-ringo Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, mulai jadi sorotan.

Wartawan masih yang menginvestigasi masalah ini, masih berkordinasi dengan pihak Imigrasi Tanjung Balai, mengenai ketentuan keberadaan Warga Negara asing, yang sepertinya menetap di daerah ini.

Namun pihak kelurahan setempat yang menerima konfirmasi, mendatangkan babinsa dan Bhabinkamtibmas kelurahan Siringo ringo dan Tim dari Polres Labuhanbatu, yang intinya, sebagaimana pengakuan pihak dari Intelkam dan Reskrim Polres. Sementara tidak ditemukan unsur pidana.

Bukan bermaksud mencari-cari kesalahan orang asing.  Warga Negara setempat sendiri, kalau melaksanakan usaha harus mengikuti procedure.

Lidi adalah komoditas yang mudah terbakar, dari satu sisi saja, usaha Mahmod Naser yang sudah berbentuk Gudang penyimpanan, dan prosesing export tersebut, diketahui tidak memiliki Ijin Gudang, sebagaimana yang diatur dalam Perda Labuhanbatu. Padahal setiap harinya Mahmod Naser mendatangkan Lidi dari berbagai sudut Kabupaten Labuhanbatu, digudangkan ditempat itu, sebelum diangkut Container menuju Pakistan.

Bentuk badan hukum usaha apa yang digunakan Mahmod Naser, ini juga tidak jelas wujudnya. Karena hampir semua dokumen mengatas namakan Jakarta, padahal dia berada di wilayah Otonomi Daerah Kabupaten Labuhanbatu.

Mahmod Naser, mempekerjakan pekerja-pekerja local, yang tidak dilandasi ketentuan Undang-undang penggunaan tenaga kerja itu jelas. Tidak seorangpun pekerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat.

Bahkan system pengupahan pola apa yang digunakan Mahmod Naser, inipun berdiri dengan suka hatinya. Mahmod Naser Warga Negara asing, yang berani mengangkangi ketentuan Undang-undang yang ada di Negara Republik Indonesia.

Lurah Kelurahan Siringo-ringo Rustam Effendi saat di temui di ruang kerjanya, Kamis,(7/8/20), ketika masalah ini disampaikan kepadanya,  tidak tahu . Padahal  lokasi dimana Mahmod Naser membuka usaha, tidak sampai setengah Kilometer dari Kantornya. Ada indikasi kepala lingkungan tidak memberitahu kepada Lurah atau kepling tersebut sengaja menutup-nutupi keberadaan warga asing tersebut, disebabkan ketika dilakukan investigasi ketempat itu. Pekerja disana, menyebut-nyebut yang mengkordinir mereka adalah salah seorang Kepala Lingkungan, anggota Lurah itu sendiri.

Yang unik dari sikap Mahmod Naser, disela pandemic ini dia berani berada di tempat itu, sebagai warga Negara asing, tanpa adanya control dari pihak berkompeten setempat. Ketika ditanya mengenai surat keterangan bebas Covid, Mahmod Naser secepat itu mendapatkannya  dengan melibatkan sebuah klinik Syakira dan klinik laboratorium klinik Anugrah . Seolah-olah dia sudah melalui Uji bebas Covid. Sejauh mana ke sahihan atas usaha, dan keberadaan Mahmod Naser dan seorang warga Negara Pakistan lainnya yang ada ditempat itu, terus di selidiki Wartawan. Zulfan Ajhari Siregar, Wartawan merangkap Ketua LSM Astran yang kebetulan bertempat tinggal disekitar lokasi, ketika dikonfirmasi wartawan menyebutkan. Bahwasanya, apa yang dilakukan Mahmod memang menguntungkan warga setempat, dalam menambah pendapatan. Akan tetapi bukan berarti si Mahmod ini, bisa suka-sukanya beraktifitas di negeri ini. Dia harus ikut aturan main, Zulfan mengakui. Sepertinya memang ada kejanggalan atas kehadiran Warga Pakistan tersebut ditempat itu.”Pungkasnya”.(M.SUKMA)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *