Sebuah Pertanyaan Tentang Akuntabilitas yang Muncul dari Pertanyaan Anggota Majelis Nasional Jang Terhadap Menteri Kehakiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

lensaperistiwa.com – Korea Selatan

Ucapan dari Jang Je-won, seorang anggota Majelis Nasional, ketika ia menekan Menteri Kehakiman Choo Mi-Ae pada tanggal 4 Maret 2020 Tentang COVID-19, Menteri Kehakiman mengatakan hal berikut:

“Ini merupakan tindakan politik untuk melarang China untuk masuk. Saya menerima apresiasi khusus untuk tidak menggunakan masalah ini untuk politik. Jika AS, mereka menghalangi dengan total orang-orang China untuk masuk dan membuat isu ini menjadi isu politik. Tindakan kita adalah secara praktis, bukan secara politik”

Apakah anda masih merasa bangga karena tidak melarang orang masuk dari China dan percaya bahwa itu adalah cara yang praktis?

Berdasarkan yang di atas, Menteri Kehakiman Choo Mi-ae membanggakan bahwa ia menerima apresiasi khusus dari China karena tidak melarang orang masuk dari China, dan Menteri terlihat bangga akan keputusan itu sampai hari ini.

Ketika seseorang gagal untuk melindungi perbatasan dan mengizinkan pasien COVID-19 dari China masuk ke Korea, menyebabkan penyebaran luas virus di seluruh negara, yang mengakibatkan kematian orang-orang Korea, apakah itu cara yang praktis?

Ketika seseorang memberi perintah langsung kepada kejaksaan untuk penyergapan dan penahanan terhadap Gereja Shincheonji berdasarkan permintaan dari pendeta-pendeta lawan dari denominasi yang dimana mereka memiliki sejarah membelot dan memihak kepada Penjajah Jepang, apakah itu cara yang praktis? Bukankah itu penyalah gunaan kekuasaan? Bukankah itu pelanggaran Konstitusi Korea, pasal 1 dan 2 kalusal 20?

Bagaimana mungkin untuk menangani COVID-19 dengan efektif ketika sedang memikirkan jumlah suara yang akan diberikan oleh para pemimpin agama yang termasuk ke dalam denominasi yang memiliki sejarah mendukung penjajahan Jepang? Akankah yang meninggal dan korban dari COVID-19 berpikir bahwa ini adalah hal yang praktis? Tidak melarang orang yang terinfeksi menyebabkan infeksi, kerugian, dan kematian di antara orang-orang Korea. Apakah ini sesuatu yang dapat dibanggakan sebagai hal yang “praktis”? Kematian dan kerugian harus dikompensasi.

Membiarkan orang-orang yang terinfeksi COVID-19 dari China masuk telah menyebabkan banyak orang Korea mati. Apakah hal ini praktis? Tidak ada satu pun dari 30 pasien pertama COVID-19 ataupun gereja-gereja lain yang berhubungan dengan infeksi dimintai pertanggung jawaban.Tapi anggota Shincheonji, yang telah bekerja sama dengan usaha karantina dari pemerintah dan bahkan mendonasikan plasma darah mereka, dikambing-hitamkan, disalahkan untuk menyebarkan virus, dan ditahan. Apaka hal ini praktis? Apakah investigasi dan penahanan ini masuk akal? Kami mendesak pemerintah untuk berhenti.

Menteri Kehakiman Choo Mi-ae, bukankah tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang terinfeksi dari China, yang telah anda biarkan masuk ke Korea, menyebabkan infeksi yang mengakibatkan kematian dari warga Korea? Jika anda adalah orang dengan kesadaran diri, anda harus meminta maaf dan turun dari jabatan anda. Itu akan menjadi satu-satunya jalan yang benar dan bijaksana sebagai seorang politisi.

Menteri tidak melarang orang-orang dari China yang masuk, walaupun ada kerugian dan kematian yang
harus diderita oleh orang-orang Korea. Kita tidak dapat tidak menanyakan apakah motif di balik keraguan ini adalah kesadaran akan jumlah suara bagi pemilihan presiden selanjutnya. Kami mendesak Menteri untuk berhenti mengalihkan kesalahan dengan membuat pernyataan-pernyataan palsu dan mengambil tindakan administrasi yang tidak adil dan untuk memisahkan permasalahan gereja dan negara seperti yang telah ditetapkan dalam Konstitusi.

Kami berharap situasi ini akan dibawa menuju terang dan dinilai oleh orang-orang di seluruh dunia.
22 Juli 2020

Keluarga dari yang meninggal dan korban dari COVID-19

(Sumber/tim) 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Facebook comments:

1 Comment

  1. Setiap orang pantas dihormati. Berhentilah menganiaya orang yang memiliki keyakinan berbeda dengan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *