Pedagang Pasar Baru Indramayu Keluhkan Turunnya Omset Imbas Covid-19 Dan Persaingan Toko Modern Cipto Gudang Rabat

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
81

lensaperistiwa.com Indramayu

Para pedagang Tradisional di Pasar Baru Indramayu mengeluhkan omset yang tak kunjung normal sejak mewabahnya Covid-19.

Mayoritas dari para pedagang itu mengaku harus merelakan omzetnya turun hingga lebih dari 50 persen.

Menurut ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, daya beli masyarakat menurun drastis, termasuk saat momen lebaran.

“Biasanya kalau lebaran itu bisa dapat sampai Rp 50 juta dalam seharinya, sekarang sih cuma Rp 10 juta,” ujar dia, Jumat (29/5/2020).

Adang Wahyudi juga mengatakan, menurutnya omzet diakibatkan oleh banyak sebab, salah satunya yaitu banyak masyarakat yang penghasilannya berkurang bahkan sampai di-PHK.

Imbasnya, para pedagang di Pasar Baru sepi pembeli. Padahal momen lebaran biasa dimanfaatkan pedagang untuk mendapat untung berlipat.

Ia juga mengaku terlanjur menyetok barang dalam jumlah banyak guna memenuhi kebutuhan pembeli.

Namun, barang dagangan itu justru kurang laku terjual.

Hal ini terlihat dari menumpuknya stok barang dagangan, seperti sembako, dan lain sebagainya di setiap lapak pedagang di Pasar Baru Indramayu.

“Iya salah strategi, karena prediksinya kan setiap kebutuhan masyarakat bertambah menjelang lebaran dan stok pun saya sebagai pedagang pasti ditambah sampai dua kali lipatnya,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan, tidak sedikit masyarakat mengeluh ke asosiasi. Mereka mengeluhkan omzet yang tidak kunjung stabil.

Terlebih hadirnya pasar modern Cipto Gudang Rabat yang berada di samping pasar setempat. Meski ditengah pandemi Covid-19 sekalipun masyarakat yang berbelanja tetap banyak.

Masyarakat lebih memilih berbelanja di pasae modern karena ditunjang fasilitas yang memadai.

“Banyak keluhan yang disampaikan, keluhannya masih tetap sama dengan adanya distrubutor yang

Selain itu,menurut mereka turunnya Omset juga, disebabkan masih dibukanya Toko Modern Cipto Gudang Rabat yang semestinya ditutup.

Padahal menurut mereka Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Bandung sudah mengeluarkan keputusan sidang dengan menolak semua gugatan yang dilayangkan oleh Cipto Gudang Rabat pada bulan Maret 2020 lalu.

Hanya saja, kisruh tersebut kembali berlanjut setelah pihak Cipto Gudang Rabat mengajukan banding ke PTUN Jakarta.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru (Asparu), Adang Wahyudi mengatakan, para pedagang merasa keberatan dengan sikap tersebut.

Mereka awalnya bahkan berinisiatif ingin melakukan aksi unjuk rasa mengingat kisruh berkepanjangan yang hingga saat ini tidak kunjung terselesaikan.

“Awalnya kita memang mau demonstrasi cuma kan terhalang oleh Covid-19, jadi tidak jadi,” ujar dia kepada awak media Jumat (10/4/2020).

Dalam hal ini perwakilan pedagang, Adang Wahyudi tengah mencari solusi dengan menemui para ahli hukum di Kabupaten Indramayu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Mereka tengah mencari celah bagaimana mengembalikan fungsi Cipto Gudang Rabat sebagai gudang distributor yang menyuplai kebutuhan pokok tanpa harus membuka eceran seperti sekarang ini.

“Saya sedang mencari tahu ke ahli-ahli hukum di Indramayu apakah dengan upaya banding Cipto itu menunda eksekusi (penutupan usaha eceran) atau tidak, ini masih belum jelas,” ujar dia.

Namun dari Pemda menyatakan sikap mereka belum bisa mengeksekusi (penutupan usaha eceran) karena menunggu inkrah dari pengadilan terkait pengajuan banding Cipto ke PTUN Jakarta.

Para pedagang di Pasar Baru Indramayu berharap, pihak Cipto Gudang Rabat bisa menerima keputusan yang dikeluarkan oleh PTUN Bandung dengan tidak lagi berdagang eceran.

Selain itu, Adang Wahyudi juga mengatakan persoalan ini sangat mengganggu dan berharap aktivitas jual beli di pasar tradisional yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari lokasi Toko Modern Cipto Gudang Rabat dari pihak cipto agar legowo.

“Sudah sejak awal jadi harapan pedagang Cipto kembali jadi gudang, pedagang berharap Cipto legowo karena tidak mungkin menutup kemungkinan usaha mereka akan tutup, Cipto masih bisa bertran
[01.15, 1/6/2020] wartawa Indramayu: Sudah sejak awal jadi harapan pedagang Cipto kembali jadi gudang, pedagang berharap Cipto legowo karena tidak mungkin menutup kemungkinan usaha mereka akan tutup, Cipto masih bisa bertransaksi dengan cara distributor,” ujar dia.(bd)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
81

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *